Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Asap Hitam Membumbung dari Kapel Sistina, Konklaf Pertama Gagal Hasilkan Paus Baru

Zaki Jazai • Kamis, 8 Mei 2025 | 18:00 WIB

Ilustrasi kepulan asap hitam konklaf
Ilustrasi kepulan asap hitam konklaf

Trenggaleknjenggelek – Asap hitam membumbung dari cerobong Kapel Sistina tepat pukul 21.00 waktu setempat, Rabu (7/5/2025), menandai berakhirnya pemungutan suara pertama konklaf tanpa menghasilkan Paus baru. Ribuan pasang mata menyaksikan simbol klasik kegagalan pemilihan itu—tanda bahwa para kardinal pemilih belum mencapai konsensus.

Sebanyak 133 kardinal berjubah merah, jumlah terbanyak dalam sejarah konklaf kepausan, memulai proses pemilihan pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik Roma, hanya dua minggu lebih setelah wafatnya Paus Fransiskus.

Baca Juga: Menjelang Konklaf, Kardinal Suharyo Harap Paus Baru Lanjutkan Warisan Paus Fransiskus

Mereka memulai prosesi khidmat menuju Kapel Sistina di bawah lukisan dinding megah para maestro Renaisans. Di dalamnya, mereka mengambil sumpah dalam bahasa Latin, sebagaimana diatur dalam dokumen konstitusi konklaf yang ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1996.

Kardinal senior memimpin pembacaan sumpah, disusul janji bersama dari seluruh peserta untuk mengikuti aturan konklaf dan setia pada misi Santo Petrus. Dalam sumpah itu pula, ditegaskan bahwa Paus terpilih kelak akan "berkomitmen dengan setia" pada hak-hak spiritual dan kebebasan Takhta Suci.

Baca Juga: Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan, Wakili Indonesia dalam Konklaf Pemilihan Paus Baru

Sementara itu, lebih dari 45.000 umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus, menanti kabar penting yang semula diperkirakan akan datang setelah pukul 19.00. Harapan dan doa mereka bertahan hingga malam hari, saat asap hitam akhirnya muncul dan menandai kegagalan pemungutan suara pertama.

Di antara mereka yang hadir adalah Diakon Nicholas Nkoronko dari Tanzania. Dalam pernyataannya kepada Vatican News, Kamis (8/5), ia berkata, “Peran kami di sini adalah untuk berdoa dan bergabung dengan umat Kristen lainnya, umat Katolik lainnya, untuk berdoa agar Roh Kudus membimbing seluruh proses.”katanya.

Baca Juga: Jejak WNI di Konklaf Vatikan, Bukan Hanya Suharyo, Indonesia Pernah Diwakili Dua Kardinal Sebelumnya

Lebih lanjut, Diakon Nkoronko menegaskan bahwa asal geografis Paus bukanlah hal utama. “Dari mana pun Paus baru itu berasal, apa pun itu dari Afrika, Asia, Amerika, yang kita butuhkan adalah seorang Paus yang suci. Kita membutuhkan seorang Paus yang akan membimbing Gereja dan akan menjadi gembala Gereja,” ujarnya.

Proses konklaf akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang dengan harapan tercapainya kesepakatan di antara para kardinal untuk memilih pemimpin baru umat Katolik sedunia.(jaz)

Kepala BKD Kabupaten Wonosobo Tri Antoro.
Kepala BKD Kabupaten Wonosobo Tri Antoro.
Editor : Zaki Jazai
#kapel sistina #paus baru #asap hitam #Konklaf