Vatikan Blokir Sinyal dan Larang Ponsel, Konklaf Paus Dijaga Ketat dari Kebocoran
Zaki Jazai• Jumat, 9 Mei 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi pelaksanaan konklaf oleh para kardinal
Trenggaleknjenggelek – Demi menjaga kerahasiaan proses pemilihan Paus baru, Vatikan memberlakukan pengamanan ketat dalam konklaf yang resmi dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025. Sebanyak 133 kardinal, termasuk Uskup Agung Indonesia Kardinal Suharyo, berkumpul di Kapel Sistina untuk memilih penerus Paus Fransiskus yang wafat pada awal tahun ini.
Untuk menghindari kebocoran informasi di tengah era digital, Vatikan mengambil langkah ekstrem: memblokir seluruh sinyal seluler dan melarang penggunaan ponsel di dalam area konklaf.
“Sinyal akan mulai diputus pada pukul 15.00 waktu setempat, tepat sebelum konklaf dimulai pukul 16.30,” lapor The Guardian.
Sementara itu, sinyal seluler tetap tersedia di Lapangan Santo Petrus, tempat umat Katolik berkumpul menanti tanda asap dari cerobong Kapel Sistina.
Langkah-langkah teknologi tinggi seperti pemutus sinyal dan pengacau komunikasi digunakan untuk mencegah segala bentuk intervensi atau pengaruh eksternal terhadap proses pemilihan Paus. Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, menegaskan bahwa para kardinal dilarang membawa ponsel atau alat komunikasi lainnya ke dalam Kapel Sistina.
Tak hanya kardinal, seluruh staf pendukung seperti juru masak, petugas kebersihan, hingga penjaga juga diwajibkan menandatangani sumpah kerahasiaan. Ancaman ekskomunikasi menanti siapa pun yang melanggar aturan tersebut, menurut laporan CBS News.
Perbedaan situasi sangat mencolok jika dibandingkan dengan konklaf terakhir pada 2013. Kini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan para kardinal bahkan sempat membagikan aktivitas mereka sebelum konklaf dimulai. Namun saat proses pemilihan dimulai, seluruh peserta wajib mengucapkan sumpah untuk menjaga kerahasiaan dan tidak mencari dukungan dari luar.
Selain itu, jika seorang kardinal terpilih sebagai Paus, ia juga akan bersumpah untuk menjalankan Munus Petrinum—tugas sebagai Gembala Gereja Universal—dengan penuh kesetiaan.
Sebelum konklaf, seluruh 133 kardinal telah mengikuti dua kongregasi umum yang membahas berbagai isu penting seperti migrasi, persatuan, etnosentrisme, konflik global, serta karakter yang dibutuhkan dari seorang pemimpin Gereja Katolik.
Melalui segala pengamanan ini, Vatikan menunjukkan komitmen teguh untuk menjaga kesucian dan kerahasiaan proses pemilihan Paus di tengah tantangan era digital.(jaz)
Infografis Usulan dan Realisasi Pupuk Subsidi di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO) Editor : Zaki Jazai