Trenggaleknjenggelek - Dunia Katolik akhirnya menyambut pemimpin baru setelah proses conclave yang digelar secara tertutup di Kapel Sistina, Vatikan, Kamis (8/5/2025) malam waktu setempat.
Asap putih mulai membumbung dari cerobong Kapel Sistina sekitar pukul 23.08 WIB, menandai bahwa para kardinal telah mencapai kesepakatan dalam memilih Paus pengganti mendiang Paus Fransiskus.
Momen asap putih tersebut disiarkan secara langsung oleh Vatican News dan langsung disambut sukacita oleh umat Katolik di seluruh dunia.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Film Mirip Conclave Bertema Gereja dan Spiritualitas
Usai pemilihan, Paus terpilih langsung dibawa ke sebuah ruangan kecil di sisi Kapel Sistina untuk mengenakan jubah putih kepausannya.
Dikutip dari Reuters, tak lama setelah kemunculan asap putih, kardinal senior akan menyampaikan deklarasi resmi dalam bahasa Latin, “Habemus Papam” atau “Kita memiliki Paus.”
Baca Juga: Film Conclave Melejit hingga 283 Persen Usai Wafatnya Paus Fransiskus
Setelah itu, nama serta nama kepausan yang dipilih oleh Paus baru akan diumumkan ke publik dari balkon Basilika Santo Petrus yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus.
Pemilihan ini berlangsung dua hari setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 akibat henti jantung dan stroke.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat, Film Conclave Kembali Jadi Sorotan Dunia
Hari pertama conclave pada Rabu (7/5) malam tidak menghasilkan keputusan, yang ditandai dengan kepulan asap hitam dari cerobong Kapel Sistina.
Dalam conclave kali ini, sebagian besar kardinal pemilih berasal dari negara-negara berkembang atau global south, mencerminkan wajah baru Gereja Katolik yang semakin majemuk secara geografis.
Seluruh proses pemilihan dilakukan secara tertutup, dengan para kardinal elektor disumpah menjaga kerahasiaan dan diisolasi dari pengaruh luar.
Pengumuman resmi nama Paus baru serta misa penobatannya akan dilakukan dalam waktu dekat oleh otoritas Vatikan. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri