Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Paus Leo XIV Jadi Paus Pertama Asal Amerika Serikat yang Resmi Pimpin Gereja Katolik Dunia

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 9 Mei 2025 | 23:00 WIB
Paus Leo XIV yang terpilih dari Conclave 2025
Paus Leo XIV yang terpilih dari Conclave 2025

Trenggaleknjenggelek - Paus Leo XIV resmi memimpin Gereja Katolik sebagai Paus ke-267 dalam sejarah Vatikan.

Terpilih dalam konklaf yang digelar di Kapel Sistina pada Kamis (8/5), sosok kelahiran Chicago, Amerika Serikat ini menorehkan sejarah sebagai Paus pertama dari Negeri Paman Sam.

Mengenakan jubah putih dan merah, Leo XIV disambut sorak ribuan umat yang memenuhi halaman Basilika Santo Petrus.

Nama Paus Leo XIV mencuat tak hanya karena asal negaranya yang mencetak sejarah, tapi juga karena kiprahnya yang panjang sebagai pelayan umat lintas benua.

Lahir pada 14 September 1955, ia bergabung dengan Ordo Santo Augustinus pada tahun 1977, mengikrarkan kaul kekal empat tahun kemudian, dan mengabdi selama lebih dari dua dekade di Peru, sebuah negara dengan dinamika sosial dan keagamaan yang kompleks.

Pengalamannya yang luas di lapangan menjadikannya sosok yang tak sekadar paham liturgi, tetapi juga realitas hidup umat.

Dari kampung-kampung di Peru hingga ruang rapat Vatikan, Paus Leo XIV dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan pendekatan inklusif dan efisiensi administrasi dalam menjalankan tugas-tugasnya di dalam Gereja Katolik global.

Sebelum terpilih sebagai Paus, Robert Prevost telah menempati sejumlah posisi penting. Ia pernah menjadi Kanselir di Prelatur Chulucanas, rektor seminari, pengajar hukum kanonik, hingga pastor paroki dan direktur formasi.

Pendidikan sarjananya ia raih di Universitas Villanova, Pennsylvania, dalam bidang matematika, sebelum melanjutkan studi teologi di Catholic Theological Union of Chicago dan hukum kanon di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma.

Langkah kunci dalam karier gerejanya terjadi pada 2014, saat Paus Fransiskus menunjuknya sebagai administrator apostolik Keuskupan Chiclayo.

Ia kemudian ditahbiskan menjadi uskup pada 2015 dan sempat menjabat sebagai wakil ketua Konferensi Waligereja Peru.

Perannya krusial dalam menjaga ketenangan Gereja di tengah turbulensi politik nasional di negara tersebut.

Pandangan para kardinal terhadap Prevost terbilang positif, meskipun semula ada kekhawatiran terkait dominasi geopolitik Amerika Serikat.

Namun, masa pengabdiannya yang panjang di luar negeri, terutama sebagai misionaris di Peru, justru memperlihatkan komitmen dan pengabdiannya terhadap misi Gereja universal.

"Ia bukan sekadar pemimpin dari Barat, ia adalah jembatan yang menghubungkan banyak umat dari berbagai dunia," ujar analis Vatikan, Elise Allen. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#as #Paus Leo XIV #Gereja Katolik dunia