Trenggaleknjenggelek - Ketika dunia sibuk bicara AI dan blockchain, Indonesia malah kembali diingatkan pentingnya literasi digital paling dasar, yakni: mengalihkan situs lama ke situs baru. Ya, situs PeduliLindungi.id yang dulunya menjadi garda depan pelacakan COVID-19, tiba-tiba tampil beda. Bukan lagi soal vaksin atau QR code, tapi, iklan judi online.
Sebenarnya Pemerintah Tahu Nggak Sih?
Setelah fungsinya dipindahkan ke platform SatuSehat sejak 2023, situs PeduliLindungi dibiarkan "nganggur" tanpa redirect resmi. Ini ibarat rumah bekas posko bencana yang ditinggal begitu saja, tanpa pagar, tanpa pengawasan. Akhirnya diisi siapa? Ya siapa cepat dia dapat, dalam hal ini, oknum yang menjadikannya sarang konten ilegal.
Padahal solusi teknisnya sederhana, redirect 301. Tinggal arahkan domain lama (pedulilindungi.id) ke yang baru (satusehat.kemkes.go.id). Cepat, aman, elegan.
Praktik seperti ini lazim di dunia web: bahkan blog pribadi saja tahu caranya. Tapi sayangnya, situs milik pemerintah malah jadi contoh how not to do it.
Baca Juga: Situs PeduliLindungi Jadi Laman Judi, Ini Kata Kemenkes
Lucu? Tidak Juga. Miris? Pasti
Baru setelah ramai dibicarakan warganet dan media, pemerintah bergerak. Situs diblokir, lalu dipulihkan. Tapi publik terlanjur bertanya: kenapa bisa sejauh itu? Bukankah domain milik negara seharusnya punya sistem monitoring yang aktif dan tim pengelola profesional?
Hal ini bukan hanya soal citra, tapi soal keamanan digital dan kepercayaan publik. Situs resmi yang dulu menyimpan data kesehatan jutaan warga semestinya tidak dibiarkan menjadi tempat judi daring.
Sebuah Pelajaran Digital Pahit
Kasus ini bisa jadi pelajaran besar, situs resmi harus tetap dikelola, meskipun sudah tidak digunakan. Jika tidak, risikonya besar mulai dari penyalahgunaan, pembajakan konten, hingga pencurian data.
Masyarakat juga berhak tahu, dan perlu diedukasi bahwa jika sebuah layanan pindah, maka domain lama sebaiknya dialihkan ke yang baru. Bukan cuma demi kemudahan akses, tapi juga demi keamanan dan tanggung jawab digital.
Lambat Merespon, Jangan Anggap Sepele Hal Kecil
Dalam dunia digital, kelalaian kecil bisa berujung pada kerusakan besar. Sebagai harapan, semoga pemerintah tidak lagi abai pada hal-hal teknis seperti ini. Karena kadang, yang membuat sistem tumbang bukan karena serangan besar, tapi karena kita lupa pasang pagar di rumah lama. (sun)