Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Situs Negara Disusupi Judi: Harus Tahu Cara Pengalihan Domain dengan Benar

Mahsun Nidhom • Sabtu, 24 Mei 2025 | 13:30 WIB
Situs negara berubah jadi sarang judi?
Situs negara berubah jadi sarang judi?

Trenggaleknjenggelek - Ketika dunia sibuk bicara AI dan blockchain, Indonesia malah kembali diingatkan pentingnya literasi digital paling dasar, yakni: mengalihkan situs lama ke situs baru. Ya, situs PeduliLindungi.id yang dulunya menjadi garda depan pelacakan COVID-19, tiba-tiba tampil beda. Bukan lagi soal vaksin atau QR code, tapi, iklan judi online.

Sebenarnya Pemerintah Tahu Nggak Sih?

Setelah fungsinya dipindahkan ke platform SatuSehat sejak 2023, situs PeduliLindungi dibiarkan "nganggur" tanpa redirect resmi. Ini ibarat rumah bekas posko bencana yang ditinggal begitu saja, tanpa pagar, tanpa pengawasan. Akhirnya diisi siapa? Ya siapa cepat dia dapat, dalam hal ini, oknum yang menjadikannya sarang konten ilegal.

Padahal solusi teknisnya sederhana, redirect 301. Tinggal arahkan domain lama (pedulilindungi.id) ke yang baru (satusehat.kemkes.go.id). Cepat, aman, elegan.

Praktik seperti ini lazim di dunia web: bahkan blog pribadi saja tahu caranya. Tapi sayangnya, situs milik pemerintah malah jadi contoh how not to do it.

Baca Juga: Situs PeduliLindungi Jadi Laman Judi, Ini Kata Kemenkes

Lucu? Tidak Juga. Miris? Pasti

Baru setelah ramai dibicarakan warganet dan media, pemerintah bergerak. Situs diblokir, lalu dipulihkan. Tapi publik terlanjur bertanya: kenapa bisa sejauh itu? Bukankah domain milik negara seharusnya punya sistem monitoring yang aktif dan tim pengelola profesional?

Hal ini bukan hanya soal citra, tapi soal keamanan digital dan kepercayaan publik. Situs resmi yang dulu menyimpan data kesehatan jutaan warga semestinya tidak dibiarkan menjadi tempat judi daring.

Sebuah Pelajaran Digital Pahit

Kasus ini bisa jadi pelajaran besar, situs resmi harus tetap dikelola, meskipun sudah tidak digunakan. Jika tidak, risikonya besar mulai dari penyalahgunaan, pembajakan konten, hingga pencurian data.

Masyarakat juga berhak tahu, dan perlu diedukasi bahwa jika sebuah layanan pindah, maka domain lama sebaiknya dialihkan ke yang baru. Bukan cuma demi kemudahan akses, tapi juga demi keamanan dan tanggung jawab digital.

Lambat Merespon, Jangan Anggap Sepele Hal Kecil

Dalam dunia digital, kelalaian kecil bisa berujung pada kerusakan besar. Sebagai harapan, semoga pemerintah tidak lagi abai pada hal-hal teknis seperti ini. Karena kadang, yang membuat sistem tumbang bukan karena serangan besar, tapi karena kita lupa pasang pagar di rumah lama. (sun)

Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang
Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang
Makam Sunan Kalijaga (Raden Sahid) di Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak tak pernah sepi peziarah. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Makam Sunan Kalijaga (Raden Sahid) di Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak tak pernah sepi peziarah. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bandeng presto khas Juwana, Kabupaten Pati
Bandeng presto khas Juwana, Kabupaten Pati
Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang akan menjadi tempat istirahat para biksu yang menjalani ritual Thudong saat singgah di Kota Magelang. (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang akan menjadi tempat istirahat para biksu yang menjalani ritual Thudong saat singgah di Kota Magelang. (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sejarah Kota Salatiga.
Sejarah Kota Salatiga.
Editor : Mahsun Nidhom
#pedulilindugi #keamanan digital #literasi digital #satusehat