Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

BNPB Tegaskan Dokumen R3P Harus Mengacu pada Prinsip Build Back Better, Safer and Sustainable

Zaki Jazai • Minggu, 25 Mei 2025 | 14:00 WIB

Situasi Trenggalek ketika dilanda banjir
Situasi Trenggalek ketika dilanda banjir

 TrenggaleknjenggelekBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa setiap dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang disusun pemerintah daerah wajib berlandaskan prinsip build back better, safer and sustainable. Prinsip ini menjadi dasar dalam menciptakan pemulihan yang tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga menghadirkan pembangunan yang lebih kokoh dan tahan bencana.

Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, menyatakan bahwa kesadaran ini harus menjadi pegangan utama bagi para kepala daerah. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak boleh dilakukan asal-asalan atau sekadar untuk mengejar penyelesaian cepat, melainkan harus menjadi momen membangun kembali dengan visi yang lebih baik.

“Pemulihan pasca bencana bukan sekadar membangun kembali yang rusak, tetapi membangun dengan lebih baik, lebih aman, dan tahan terhadap bencana ke depan,” ujar Jarwansyah saat membuka kegiatan pendampingan teknis di Jakarta, Kamis (22/5).

Ia menekankan bahwa prinsip build back better, safer and sustainable hanya dapat tercapai jika dokumen R3P disusun berdasarkan kajian menyeluruh terhadap kerusakan, dampak, dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, pemulihan tidak hanya menjadi proses rekonstruksi, tetapi juga transformasi menuju ketahanan yang berkelanjutan.

Untuk mendukung hal tersebut, BNPB melalui Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi menggelar pendampingan teknis penyusunan dokumen R3P di berbagai daerah, termasuk Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (23/5) itu diikuti oleh 40 peserta dari 17 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk dari BPBD Provinsi Sumatera Selatan serta BPBD Banyuasin, Muara Enim, Lahat, OKU Timur, OKU Selatan, Pagaralam, dan Prabumulih—daerah-daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.

Selama pelatihan, para peserta digembleng untuk menyusun dokumen Joint Needs Assessment (Jitupasna) dan R3P yang tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan dan kesiapsiagaan jangka panjang.

“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah panggilan untuk menciptakan masa depan yang lebih siap menghadapi bencana,” kata Jarwansyah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi lintas sektor untuk menyatukan visi antara pusat dan daerah, serta memastikan bahwa dokumen R3P benar-benar menjadi panduan pemulihan yang tangguh dan inklusif.(jaz) 

Infografis Desa Tanpa Kades di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Desa Tanpa Kades di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Photo
Photo
Ryan Gravenberch meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Ryan Gravenberch meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Editor : Zaki Jazai
#Pemulihan Pasca Bencana #bnpb #R3P