Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kontroversi Job Fair Hanya Formalitas, Ini Respon Wamenaker!

Mahsun Nidhom • Selasa, 3 Juni 2025 | 05:20 WIB
Pernyataan soal job fair hanya formalitas viral, Wamenaker naik pitam.
Pernyataan soal job fair hanya formalitas viral, Wamenaker naik pitam.

Trenggaleknjenggelek - Belakangan ini dunia ketenagakerjaan dihebohkan oleh sebuah video viral dari akun TikTok bernama @si anak gen z, yang mengklaim bahwa job fair atau bursa kerja hanya formalitas.

Dalam video tersebut, pemilik akun yang mengaku sebagai staf HRD sebuah perusahaan menuding bahwa banyak perusahaan hanya datang untuk “memenuhi kewajiban formalitas”, dan tidak benar-benar membuka lowongan kerja.

Unggahan itu menyebar luas di media sosial dan langsung memicu reaksi keras dari publik, termasuk pejabat pemerintah.

“Hanya Formalitas”: Tuduhan yang Picu Amarah

Dalam komentarnya yang ramai diperbincangkan, akun tersebut menyebut bahwa mayoritas perusahaan yang hadir hanya memenuhi kewajiban formalitas dan tidak benar-benar membuka lowongan kerja.

Ini menimbulkan gelombang kemarahan dari para pencari kerja dan netizen, yang merasa harapan mereka untuk mendapatkan pekerjaan telah dipermainkan.

Banyak yang mempertanyakan transparansi dalam penyelenggaraan job fair dan menuntut agar ada audit terhadap perusahaan yang terlibat.

Baca Juga: Emil Dardak Pastikan Penanganan Longsor Trenggalek Masuk Prioritas, Korban Hilang Masih Dicari

Respons Tegas dari Wamenaker

Pernyataan viral tersebut pun akhirnya sampai ke telinga Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang tidak tinggal diam.

Dalam wawancaranya, ia mengecam keras tudingan tersebut.

“Nah itu penyataan yang gak bertanggung jawab, formalitas. Saya minta HRD-nya untuk segera dipecat itu. Penyataannya kurang ajar segitu, formalitas. Jangan bikin job fair kalau begitu. Gitu berarti dia ngada-ngada itu,” katanya.

 

Menurut Wamenaker, tuduhan seperti itu bisa menyesatkan dan merusak citra job fair yang selama ini dianggap sebagai solusi untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan.

Ia juga meminta klarifikasi dari pihak penyelenggara dan perusahaan tempat HRD tersebut bekerja.

Realita di Lapangan: Masih Banyak PR

Terlepas dari viralnya video tersebut, pernyataan “job fair hanya formalitas” memang mencerminkan keresahan sebagian masyarakat.

Tidak sedikit pencari kerja yang merasa hanya mengumpulkan CV tanpa ada tindak lanjut dari perusahaan.

Namun, hal ini tidak bisa digeneralisasi karena banyak juga perusahaan yang benar-benar membuka rekrutmen lewat job fair.

Pakar ketenagakerjaan menyarankan agar penyelenggara lebih transparan dalam menyampaikan jumlah posisi terbuka, kriteria yang dibutuhkan, dan proses tindak lanjut setelah pendaftaran.

Tujuannya agar job fair tetap menjadi sarana yang kredibel dan efisien, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Kontroversi job fair hanya formalitas telah membuka diskusi besar mengenai integritas dalam proses rekrutmen publik.

Di satu sisi, pernyataan tersebut menimbulkan kekecewaan dan membuka mata akan kekurangan di lapangan.

Di sisi lain, reaksi keras dari pemerintah menunjukkan betapa seriusnya isu ini dalam konteks ketenagakerjaan nasional.

Yang pasti, semua pihak, baik pemerintah, penyelenggara, maupun perusahaan perlu duduk bersama untuk memastikan bahwa setiap job fair benar-benar memberikan peluang nyata bagi pencari kerja, bukan hanya formalitas belaka. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#job fair hanya formalitas #Job Fair 2025 #lowongan kerja #Wamenaker