Trenggaleknjenggelek - Topik legalisasi kasino di Indonesia kembali mencuat di tengah masifnya peredaran judi online yang tak kunjung terbendung.
Selama ini, keberadaan kasino dan praktik judi kerap dianggap tabu. Para pecandu judi terpaksa main kucing-kucingan dengan aparat.
Jika punya modal besar, mereka lebih memilih pergi ke luar negeri, seperti ke Macau atau Malaysia.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, judi online justru menyerbu tanpa ampun.
Meski pemerintah terus melakukan pemberantasan, hasilnya belum terlihat signifikan.
Di tengah kebuntuan ini, gagasan melegalkan kasino mulai mendapatkan panggung, setidaknya untuk memotong laju uang yang terus bocor ke luar negeri.
Baca Juga: Pengasuh Ponpes di Malang Ternyata Jadi Komisaris PT Gag Nikel
Diskusi Hukum dan Ekonomi Dorong Legalisasi Kasino
Wacana ini dibahas dalam diskusi publik bertajuk “Legalisasi Kasino di Indonesia: Antara Kepastian Hukum, Tantangan Sosial dan Peluang Ekonomi”, yang digelar oleh Ikatan Wartawan Hukum.
Dua pembicara utama adalah Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, dan ekonom Benny Batara.
Menurut mereka, legalisasi kasino sebenarnya bisa dipertimbangkan sebagai jalan keluar, asal dijalankan dengan pengawasan ketat dan hanya di area tertentu.
Seribu Triliun Rupiah Bocor dari Judi Online Ilegal
Salah satu argumen terkuat datang dari data perputaran uang yang sangat besar dalam praktik judi online ilegal.
Hikmahanto mengutip temuan dari PPATK yang menyebut nilainya sudah menyentuh angka fantastis.
“Yang kalau menurut PPATK itu sudah tembus seribu triliun, bayarkan seribu triliun dari judol-judol itu. Triliun, Bayangkan seribu triliun. Yang saya tidak harapkan adalah judol itu masih dibiarkan, tidak dilegalkan di negara kita, uang lari ke luar negeri, atau masuk ke oknum,” tambahnya.
Ini memperlihatkan bahwa tanpa regulasi yang jelas, negara tidak hanya kehilangan potensi pendapatan, tetapi juga memperbesar risiko korupsi dan kriminalitas.
Ancaman Ekonomi Jika Negara Terus Diam
Ekonom Benny Batara turut memperkuat argumen pentingnya legalisasi kasino sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan stabilitas ekonomi nasional.
“Kalau ini tidak segera dilakukan, akan makin banyak pengangguran, akan makin banyak duit bisa yang lari ke luar negeri. Negara bakal makin terjerumus, harus catat duit lagi. Karena mereka menukar rupiah dengan dolar. Bahaya.”
Keduanya sepakat bahwa legalisasi kasino bukan sekadar legalitas, tapi solusi ekonomi dan sosial, selama dilakukan dengan bijak dan terkontrol. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom