Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

‎Sri Mulyani vs Arthur Laffer: Dua Kutub Pandangan Pajak di Panggung Ekonomi Global

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 22 Juni 2025 | 03:13 WIB
Sri Mulyani dan Arthur Laffer bincang-bincang soal Pajak.
Sri Mulyani dan Arthur Laffer bincang-bincang soal Pajak.

Trenggaleknjenggelek – Pajak menjadi salah satu isu strategis yang kembali mencuat dalam diskusi internasional, khususnya dalam forum CNBC Economic Update 2025.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, terlibat dalam perdebatan wacana pajak bersama ekonom legendaris Amerika Serikat, Arthur Laffer.

Keduanya menampilkan kontras pendekatan dalam menyikapi peran pajak dalam pembangunan ekonomi.

‎Sementara itu, Arthur Laffer, yang dikenal sebagai pencetus Laffer Curve, mengedepankan pendekatan berbeda.

Ia menekankan bahwa tarif pajak rendah dengan basis yang luas (flat tax) lebih efektif mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Laffer menolak konsep redistribusi agresif karena dinilai menghambat insentif kerja dan investasi.

‎Dalam paparannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa:

‎Sebaliknya, Arthur Laffer membawa semangat ekonomi pasar bebas yang lebih liberal, dengan pendekatan sebagai berikut:

‎Sri Mulyani menekankan pentingnya keberpihakan fiskal terhadap masyarakat miskin.

Dalam konteks Indonesia yang masih berjuang menurunkan angka stunting, memperluas jangkauan layanan kesehatan, serta mendorong transformasi ekonomi inklusif, pajak progresif dianggap sebagai kebutuhan mendesak.

‎Sedangkan Laffer mengingatkan, jika pemerintah ingin pertumbuhan tinggi, maka iklim usaha dan perpajakan harus dirancang mendukung kreativitas dan investasi masyarakat.

‎“Apakah Indonesia bisa tumbuh 8%? Tentu bisa! Tapi pertanyaannya: apakah pemerintah akan menciptakan kebijakan yang mendukung itu?” ujar Arthur Laffer menutup debat. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#arthur laffer #pajak #sri mulyani