Trenggaleknjenggelek – Kebijakan politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto menampilkan arah yang berbeda dibandingkan dengan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko Widodo.
Bila dua pendahulunya lebih menekankan pada diplomasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur, maka Prabowo menunjukkan keterlibatan langsung dalam kebijakan luar negeri.
Fokusnya pada aspek geoekonomi, penguatan pertahanan, dan kemitraan strategis yang menyasar kepentingan jangka panjang Indonesia.
Dalam lima tahun pemerintahannya, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sekaligus mendorong kemandirian bangsa dalam bidang pangan dan energi.
Ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri tidak hanya berbicara soal diplomasi, tetapi juga diarahkan untuk menopang fondasi ekonomi dalam negeri.
Pendekatan ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang ingin berdiri di atas kaki sendiri (self-sufficient), terutama dalam menghadapi ketidakpastian global dan tantangan geopolitik.
Di sisi lain, penguatan sistem pertahanan nasional menjadi agenda penting.
Prabowo menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia, serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Diversifikasi pemasok dan transparansi dalam belanja pertahanan menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pertahanan yang kredibel di kawasan.
Dalam konteks global, Prabowo juga mendorong keterlibatan aktif Indonesia, seperti dengan mendorong keanggotaan dalam BRICS dan memperluas lawatan bilateral ke berbagai negara.
Prinsip Good Neighborhood Policy atau kebijakan bertetangga baik, juga tetap dijaga sebagai bagian dari diplomasi regional.
Hubungan luar negeri yang dibangun cenderung bersifat personal dan langsung antara pemimpin, seperti disampaikan oleh Kepala Pusat Politik BRIN, Athiqah Nur Alami.
Ia menilai pendekatan Prabowo lebih personalistik dan bilateral dibandingkan multilateralisme konvensional, yang sekaligus bisa membawa peluang strategis namun juga sejumlah risiko.
Dengan pendekatan tersebut, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo tidak hanya berupaya membangun relasi internasional yang menguntungkan, tetapi juga memosisikan diri sebagai pemain penting dalam lanskap global yang dinamis. (kho)