TRENGGALEKNJENGGELEK - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia kini terpusat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Pada pemeriksaan bagasi diketahui ada beberapa koper jemaah haji Indonesia yang membawa barang terlarang dalam penerbangan.
Baca Juga: Tiga Jemaah Haji Indonesia Belum Ketemu, Kemenag RI Masih Lakukan Pencarian
Hal ini ditegaskan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, M Luthfi Makki usai meninjau proses pemeriksaan koper bagasi jemaah haji Indonesia di Madinah.
“Ya…tadi kita habis melihat bagaimana proses pemeriksaan barang bagasi Jemaah haji yang telah ditimbang, lalu barang (red:koper bagasi) dimasukkan dalam gudang untuk di chek kembali terkait isi barang bawaan Jemaah yang akan kembali ke tanah air,” kata M Luthfi Makki di Madinah, Selasa (1/7).
Baca Juga: Jemaah Haji Asal Trenggalek Wafat di Mekkah Usai Tuntaskan Rukun Haji
“Sampai saat ini, alhamdulillah kondisinya sudah mulai tertib, namun masih ada beberapa ditemukan air Zamzam di dalam koper. Dan juga masih ada ditemukan power bank,” lanjut M Luthfi Makki.
M Luthfi Makki mengimbau sekaligus mengingatkan kembali agar seluruh jemaah haji Indonesia jangan memasukkan barang yang membahayakan penerbangan.
Baca Juga: Jemaah Haji Trenggalek Pulang, Kepolisian Terjunkan 71 Personel untuk Pengamanan
Seperti air Zamzam atau barang-barang yang dilarang seperti power bank, senjata tajam, dan barang lainnya.
Dia juga berharap, agar hal ini menjadi perhatian khusus bagi jemaah, karena nantinya koper bagasi akan diperiksa dan dibongkar.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Trenggalek Tertinggal di Arab Saudi Karena Sakit
“Untuk skrining (pemeriksaan) dilakukan dua tahap, pertama, pemeriksaan di dalam gudang ini (airgate). Setelah ini dibawa ke bandara untuk diperiksa kembali. Pemeriksaan kali ini, kita ada tim Linjam (mengawasi) dan Yanpul yang terus memantau perkembangan semua proses pemeriksaan ini berlangsung,” kata M Luthfi Makki.
Kasie Layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Madinah, M Slamet juga menyampaikan bahwa sampai saat ini di setiap pemeriksaan koper bagasi jemaah, pihaknya masih menemukan beberapa air zamzam yang dikemas dengan berbagai cara.
“Ada saja yang dilakukan jemaah agar bisa membawa air Zamzam ke tanah air. Seperti, air zam-zam dibungkus dengan rapi bersama kursi roda dibalut dengan kardus. Ada juga memasukkan air Zamzam didalam termos. Padahal, bagaimanapun caranya, air Zamzam akan terlihat setelah lewat X-ray,” kata M Slamet.
Untuk itu, M Slamet terus mengingatkan agar jemaah mematuhi aturan penerbangan demi keselamatan perjalanan hingga kembali ke tanah air.
Selain itu, jemaah juga jangan memasukkan dalam koper bagasi seperti mainan/barang elektronik, baterai, korek api, dan atau senjata tajam.
“Jadi, mohon dengan sangat agar Jemaah mematuhi aturan penerbangan, demi keselamatan penerbangan Jemaah," tuturnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana