Trenggaleknjenggelek – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkap data mencengangkan terkait kasus HIV di kalangan remaja.
Hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 2.700 remaja berusia 17-19 tahun telah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Fakta ini disampaikan melalui akun media sosial resmi Kemenkes RI pada 17 Juni 2025 dan menjadi perhatian serius lantaran kelompok usia muda ini justru masuk dalam kategori berisiko tinggi.
Mereka yang tergolong rentan terhadap penularan HIV meliputi pekerja seks, pengguna narkoba suntik, transgender, serta lelaki seks dengan lelaki (LSL).
Selain itu, tingginya angka infeksi juga dipengaruhi oleh minimnya akses terhadap informasi, kurangnya pengetahuan soal HIV, dan ketidaktahuan cara pencegahan.
Menurut data tambahan dari WHO dan CDC, HIV dapat menular melalui berbagai cara, di antaranya:
1. Hubungan seksual tanpa kondom dengan penderita HIV
2. Berbagi jarum suntik yang tidak steril
3. Transfusi darah yang tidak aman
4. Penularan dari ibu ke bayi saat kehamilan, persalinan, atau menyusui
Gejala awal HIV biasanya muncul 2-4 minggu setelah terpapar, dengan tanda-tanda seperti demam, sakit tenggorokan, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Bila tidak ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi AIDS yang ditandai dengan penurunan berat badan drastis, infeksi kronis, kanker, hingga kelelahan ekstrem.
Kemenkes menekankan pentingnya langkah pencegahan HIV, antara lain:
1. Menggunakan kondom secara konsisten
2. Melakukan tes HIV secara rutin
3. Menghindari penggunaan jarum suntik bersama
4. Mengonsumsi obat pencegah (PrEP) bagi yang berisiko tinggi
5. Edukasi dan pengurangan stigma terhadap penderita HIV
Khusus untuk ibu hamil yang terinfeksi, Kemenkes mengimbau untuk segera menjalani terapi antiretroviral (ART) agar risiko penularan ke bayi dapat ditekan serendah mungkin.
Dengan meningkatnya kasus HIV di kalangan remaja, Kemenkes mengajak seluruh pihak untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi, membuka akses informasi, dan mendorong perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab dalam pergaulan seksual. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri