Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Nelayan Diminta Waspada

Zaki Jazai • Minggu, 6 Juli 2025 | 14:45 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban terseret ombak di Pantai Pelang melalui darat karena gelombang tinggi
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban terseret ombak di Pantai Pelang melalui darat karena gelombang tinggi

Trenggaleknjenggelek – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada awal Juli 2025. Berdasarkan pembaruan tertanggal 3 Juli 2025, BMKG menginformasikan bahwa gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia sejak 17 hingga 20 Juli 2025.

Adapun wilayah terdampak gelombang sedang meliputi: Perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Natuna Utara, Perairan sekitar Maluku, Laut Arafuru.

Meski belum ada laporan gelombang sangat tinggi melebihi 4 meter pada periode ini, BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca laut bisa berubah secara dinamis. Dalam rekaman sebelumnya, gelombang ekstrem setinggi 4–6 meter pernah tercatat di perairan selatan Jawa Tengah pada 9 Februari 2025.

BMKG mencatat serangkaian peringatan gelombang tinggi sepanjang awal tahun 2025: 1. 9–12 Februari 2025: Ombak mencapai 4–6 meter di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan NTT.

2. 14–17 Februari 2025: Gelombang setinggi 2,5–4 meter terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, Bali, NTT, dan Papua.

3. Januari–Awal Februari 2025: Gelombang tinggi merata 2,5–4 meter di wilayah selatan Banten hingga NTT, serta Laut Jawa, Maluku, dan Arafuru.

BMKG menyampaikan bahwa gelombang di atas ambang tertentu dapat berisiko besar bagi jenis-jenis kapal dan aktivitas maritim. Berikut adalah batas risiko menurut jenis aktivitas: Nelayan kecil: Risiko mulai 1,25 meter. Tongkang dan kapal barang menengah: Risiko mulai 1,5 meter. Feri dan kapal penumpang: Risiko mulai 2,5 meter. Kapal besar (kargo/pesiar): Risiko tinggi jika ombak melebihi 4 meter.

Pada periode 28–31 Januari 2025, BMKG bahkan mengimbau wisatawan untuk tidak berenang di laut saat ombak melebihi 2,5 meter, mengingat potensi arus balik dan gelombang pecah yang membahayakan keselamatan.

Untuk mencegah kecelakaan laut, BMKG memberikan sejumlah himbauan penting: Nelayan dan pelaut diharapkan rutin memantau peringatan BMKG, terutama jika tinggi gelombang diperkirakan lebih dari 1,25 meter. Wisatawan dan pengunjung pantai disarankan tidak berenang saat ombak tinggi dan tetap berada di zona aman di daratan.

Operator pelabuhan dan kapal besar diminta menunda pelayaran jika tinggi gelombang melebihi batas aman. Selalu gunakan alat pelampung dan hindari melaut sendirian, khususnya saat cuaca laut tidak stabil.

BMKG menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan masyarakat di sekitar pesisir diminta untuk tidak mengabaikan peringatan gelombang tinggi. Update peringatan resmi dapat dipantau melalui kanal informasi BMKG, termasuk aplikasi mobile, media sosial, dan situs web resmi BMKG. (Jaz) 

 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#bmkg #gelombang tinggi #perubahan cuaca