Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dua Spesies Katak Bertaring Ditemukan di Kalimantan, Pakar: Penting untuk Konservasi

Dharaka R. Perdana • Rabu, 16 Juli 2025 | 06:16 WIB

Limnonectes_nusantara sp (BRIN)
Limnonectes_nusantara sp (BRIN)

TRENGGALEKJENGGELEK - Peneliti berhasil mengidentifikasi dua spesies katak bertaring baru dari Kalimantan, menambah daftar panjang keanekaragaman hayati di Indonesia.

Spesies katak bertaring ini diberi nama Limnonectes maanyanorum sp. nov. dan Limnonectes nusantara sp. nov., yang sebelumnya termasuk dalam kelompok Limnonectes kuhlii.

Penemuan spesies katak bertaring ini menjadi bukti kuat pentingnya eksplorasi biodiversitas di hutan tropis yang masih minim terjamah.

Baca Juga: Jika Katak Punah, Ancaman Nyata bagi Kesehatan Manusia dan Ketahanan Pangan

Dua spesies tersebut ditemukan oleh gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya. Temuan ini dipublikasikan secara ilmiah dalam jurnal Zootaxa pada 24 Januari 2025.

Menurut Profesor Riset bidang Herpetologi PRBE BRIN, Amir Hamidy, keberadaan dua katak bertaring endemik ini menjadi kontribusi penting dalam mendokumentasikan keanekaragaman herpetofauna Kalimantan.

Dia juga menegaskan pentingnya wilayah Pegunungan Meratus sebagai kawasan konservasi karena tekanan lingkungan yang semakin tinggi seperti kerusakan habitat, perubahan iklim, dan penyakit amfibi.

Limnonectes_maanyanorum sp.nov (BRIN)
Limnonectes_maanyanorum sp.nov (BRIN)

Limnonectes maanyanorum ditemukan di kawasan Gunung Karasik, Kalimantan Tengah. Nama ini dipilih untuk menghormati masyarakat adat Dayak Maanyan yang mendiami wilayah tersebut. Katak ini dikenal secara lokal sebagai Senteleng Watu, yang berarti “katak batu”.

Sementara Limnonectes nusantara ditemukan di Loksado dan Paramasan, Kalimantan Selatan. Kata “nusantara” dipilih sebagai simbol nasionalisme dan dikaitkan dengan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berada di Kalimantan. Katak ini disebut Lampinik oleh masyarakat Dayak Meratus.

Kedua spesies memiliki ukuran tubuh sedang dan ciri khas berupa “taring” berupa struktur tulang menonjol di rahang bawah, terutama pada jantan.

Baca Juga: ‎Tak Hanya Kebo Bule, Burung Perkutut Juga Hewan Sakral dalam Budaya Jawa

Jari kaki berselaput penuh, kulit berbintil, dan warna tubuh yang khas menjadi pembeda visual yang penting.

Perbedaan morfologi seperti ukuran taring dan bentuk bintil kulit diperkuat oleh analisis genetik menggunakan gen 16S rRNA.

Hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa L. maanyanorum dan L. nusantara masing-masing membentuk klad monofiletik dengan jarak genetik yang signifikan dari spesies lain.

Penemuan ini menunjukkan bahwa Kalimantan masih menyimpan banyak misteri biologis. Eksplorasi dan riset lanjutan perlu terus dilakukan, khususnya di wilayah-wilayah yang belum banyak dijangkau oleh peneliti.

“Ini menjadi dasar ilmiah dalam menentukan prioritas konservasi di wilayah tropis seperti Kalimantan yang kaya tetapi terancam,” ungkap Amir Hamidy.

Para peneliti berharap, studi ini menjadi pijakan bagi kebijakan perlindungan spesies endemik Kalimantan di masa depan. ****

Maulana Akbar Ahmad Habibie Berani Lamar Anak Kapolda Metro Jaya Putri Karlina, Ini Profil Anak Kang Dedi Mulyana
Maulana Akbar Ahmad Habibie Berani Lamar Anak Kapolda Metro Jaya Putri Karlina, Ini Profil Anak Kang Dedi Mulyana
Sebulan Menjabat Berikut Gebrakan Kontroversial Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sebulan Menjabat Berikut Gebrakan Kontroversial Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Editor : Dharaka R. Perdana
#Limnonectes nusantara #katak bertaring #Limnonectes maanyanorum #kalimantan