Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ramai Demo Bupati Pati, Ini 5 Lagu Perjuangan yang Sering Dinyanyikan Massa Aksi di Jalanan

Betty Khasandra Pujayanti • Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:27 WIB
Banyak masyarakat   membentangkan poster yang ditujukan Bupati Pati atas kenaikan PBB hingga 250 persen.
Banyak masyarakat membentangkan poster yang ditujukan Bupati Pati atas kenaikan PBB hingga 250 persen.

TRENGGALEKNJENGGELEK - Aksi demo masyarakat Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025) menjadi sorotan karena diwarnai lantunan lagu perjuangan yang membakar semangat massa.

Demo ini dipicu kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen demi peningkatan pendapatan daerah.

Pemerintah daerah menyebut kenaikan PBB dalam aksi demo Pati ini bertujuan meningkatkan pendapatan daerah untuk perbaikan jalan serta pelayanan publik.

Sebagai bentuk protes, masyarakat Pati bersiap menggelar aksi besar sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang kerap digunakan dalam demonstrasi di Indonesia.

Berikut lima lagu perjuangan yang sering menggema di tengah massa aksi, termasuk dalam demo masyarakat Pati hari ini.

1. Buruh Tani - Safi’i Kemamang

Lagu “Buruh Tani” diciptakan Safi’i Kemamang pada 1996, awalnya berjudul “Pembebasan”, untuk menyemangati persatuan rakyat melawan rezim Orde Baru.

Liriknya menyerukan persatuan buruh, tani, mahasiswa, dan rakyat miskin kota untuk merebut demokrasi demi terwujudnya masyarakat sejahtera tanpa penindasan.

Dalam berbagai demonstrasi, lagu ini dinyanyikan dengan penuh semangat dan kerap diiringi hentakan kaki serta sorakan massa aksi.

2. Darah Juang - John Tobing

“Darah Juang” karya John Tobing tercipta pada 1990-an, lagu ini populer saat Reformasi 1998 sebagai simbol harapan pembebasan rakyat.

Nuansa lagunya cenderung muram, tetapi liriknya penuh pesan optimisme untuk melawan ketidakadilan yang menimpa rakyat di tanah air.

Di banyak demo mahasiswa maupun masyarakat, “Darah Juang” selalu menjadi pemicu rasa solidaritas dan kekuatan moral para peserta aksi.

3. Mosi Tidak Percaya – Efek Rumah Kaca

Dirilis pada 2008, lagu “Mosi Tidak Percaya” menjadi bentuk kritik terhadap pemerintah yang dianggap tak lagi mewakili aspirasi rakyatnya.

Liriknya mempertanyakan sikap penguasa yang memegang kuasa namun mengabaikan kepercayaan publik, sangat relevan dengan kondisi politik saat ini.

4. Kami Belum Tentu – .Feast

Lagu dari album “Beberapa Orang Memaafkan” ini memotret keresahan publik terhadap pemimpin yang belum tentu mampu membawa perubahan positif.

Penggalan liriknya menggambarkan keraguan rakyat atas kemampuan pemerintah mewakili suara mereka di tengah kebijakan yang dianggap memberatkan.

5. Berita Kehilangan – .Feast feat. Rayssa Dynta

“Berita Kehilangan” mengisahkan korban jiwa dalam suatu peristiwa, menggugah kesadaran akan harga yang harus dibayar dalam perjuangan rakyat.

Lagu ini sering diputar saat aksi sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang berjuang demi perubahan, meski nyawa menjadi taruhannya.

Aksi demo masyarakat Pati hari ini diyakini akan kembali membuktikan bahwa musik perjuangan tetap menjadi bagian penting perlawanan rakyat.

Lagu-lagu tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan media penyampai pesan politik dan solidaritas dalam setiap gerakan massa di Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#aksi massa #Bupati Pati H Sudewo #demo pati #lagu perjuangan