TRENGGALEKNJENGGELEK - Segmen Citarum disebut BMKG sebagai penyebab utama rentetan gempa yang mengguncang Bekasi pada Rabu (21/8) malam.
Segmen Citarum ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya banyak pihak menduga bahwa sumber guncangan berasal dari Sesar Baribis.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, hasil analisis menunjukkan bahwa sumber gempa berada di darat pada kedalaman dangkal sekitar 5 kilometer.
Baca Juga: Fakta Menarik Seputar Gempa Bumi dan Gelombang Seismik
“Gempa Bekasi terjadi akibat aktivitas segmen Citarum, bukan Sesar Baribis sebagaimana ramai diperbincangkan,” ujar Daryono, dikutip Kamis (21/8).
Lebih lanjut, Daryono menjelaskan segmen Citarum memiliki arah yang sejajar dengan Sesar Baribis, namun posisinya berbeda.
Segmen ini terbentang dari Purwakarta hingga Karawang dan masuk ke wilayah Bekasi bagian selatan.
Baca Juga: Tanggul Sungai Temon Jebol, Warga Ngares Trenggalek Mengungsi
Patahan ini tergolong sesar naik yang mampu menghasilkan gempa dangkal dengan guncangan terasa kuat di permukaan.
“Segmen Citarum membentang di selatan jalur Sesar Baribis, sehingga ketika terjadi aktivitas, guncangannya bisa langsung dirasakan hingga kawasan Bekasi,” lanjutnya.
Daryono menambahkan bahwa segmen Citarum merupakan bagian dari sistem Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat atau West Java Back Arc Thrust.
Baca Juga: Tanggul Sungai Temon Jebol, BPBD Trenggalek Evakuasi Warga Terdampak
Mekanisme ini terbentuk akibat desakan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
“Mekanisme sesar naik inilah yang memicu gempa di Bekasi dengan magnitudo M4,7,” tegasnya.
BMKG mencatat sedikitnya ada tujuh kali gempa susulan yang mengguncang Bekasi dalam satu malam.
Getaran dirasakan cukup kuat oleh warga, bahkan hingga kawasan Jabodetabek.
Meski begitu, guncangan gempa tidak menimbulkan kerusakan signifikan maupun korban jiwa.
Kondisi ini menandakan bahwa pusat gempa relatif kecil, tetapi cukup dangkal sehingga efek getarannya terasa luas.
Fenomena gempa di wilayah padat penduduk seperti Bekasi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan.
Dengan aktivitas sesar seperti Segmen Citarum yang terus aktif, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui pengetahuan tentang mitigasi gempa dan memastikan lingkungan tempat tinggal aman dari risiko bencana.
Editor : Akhmad Nur Khoiri