TRENGGALEKNJENGGELEK - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menanggapi wacana pengadaan gerbong khusus perokok di KAI.
Menurut Gibran, usulan tersebut tidak sejalan dengan aturan bahwa transportasi umum merupakan kawasan bebas rokok.
Ia menilai, fasilitas gerbong lebih baik diprioritaskan untuk kepentingan ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, maupun kaum difabel.
Pernyataan itu disampaikan Gibran saat melakukan kunjungan kerja di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/8).
Dalam kesempatan tersebut, ia meninjau langsung proses revitalisasi sejumlah stasiun kereta api jarak jauh, mulai dari Stasiun Palur hingga Stasiun Solo Balapan.
Saat ditanya soal usulan yang dilontarkan oleh anggota DPR Nasim Khan terkait pengadaan gerbong khusus perokok, Gibran dengan tegas menyampaikan penolakannya.
“Sekali lagi untuk Bapak/Ibu anggota DPR yang terhormat, saya mohon maaf ini masukannya kurang sinkron dengan program dari Bapak Presiden. Dan sudah ada SE-nya, sudah ada undang-undangnya, sudah ada PP-nya, yang menyatakan bahwa yang namanya transportasi umum itu adalah kawasan bebas rokok,” ujar Gibran dikutip Selasa (26/8).
Ia menambahkan, perhatian seharusnya diberikan kepada kelompok penumpang yang lebih membutuhkan kenyamanan dalam perjalanan.
“Kalau pendapat saya pribadi, lebih baik diprioritaskan untuk misalnya Ibu hamil, Ibu menyusui, balita, lansia, kaum difabel. Jadi misalnya ada ruang laktasi di gerbongnya. Mungkin toiletnya bisa dilebarkan, sehingga ibu-ibu bisa mengganti popok bayi dengan lebih nyaman. Saya kira itu lebih prioritas,” tambahnya.
Baca Juga: Viral Rincian Gaji Anggota DPR Capai Rp104 Juta, Warganet: Justru Mereka yang Beban
Adapun usulan pengadaan gerbong khusus perokok pertama kali dilontarkan oleh anggota DPR Komisi VI, Nasim Khan.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Dirut PT KAI Bobby Rasyidin pada Rabu (20/8), ia menyarankan agar satu gerbong dijadikan smoking area.
Menurutnya, penyediaan gerbong tersebut dapat menjadi keuntungan bagi perusahaan sekaligus wadah bagi penumpang yang merokok.
“Nah, paling tidak, Pak, ini ada masukan juga, gerbong yang selama ini, dulu ada, tapi setelah itu dihilangkan adalah sisakan satu gerbong untuk kafe ya kan, untuk ngopi, paling tidak di situ untuk smoking area, Pak,” kata Nasim sambil tersenyum.
Namun, pernyataan Gibran menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kawasan transportasi umum yang sehat dan ramah bagi seluruh penumpang.
Dengan begitu, prioritas penggunaan fasilitas di kereta api diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta penumpang lain yang membutuhkan perhatian khusus.
Editor : Akhmad Nur Khoiri