TRENGGALEKNJENGGELEK - Tragedi kemanusiaan kembali terjadi.
Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas setelah terlindas mobil kendaraan taktis Barracuda Brimob saat demo akbar berlangsung di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, (28/8).
Affan Kurniawan disebut tengah berada di sekitar lokasi demo akbar ketika situasi kericuhan pecah dan mobil rantis melintas di jalan yang dipenuhi massa.
Baca Juga: Kontroversi Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta, Dasco Klarifikasi Hanya Setahun
Korban yang berprofesi sebagai ojol itu mengalami nasib nahas setelah tubuhnya terjatuh dan kemudian tergilas ban mobil rantis hingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa tewasnya Affan Kurniawan sontak mengundang perhatian luas karena korban dikenal sebagai tulang punggung keluarga.
Affan lahir pada 18 Juli 2004 di Tanjung Karang dan tinggal bersama orang tua serta saudaranya di sebuah kontrakan sederhana di Jakarta.
Baca Juga: Indonesia di Persimpangan: Krisis Ekonomi, Krisis Kepercayaan, dan Suara Rakyat
Sosoknya digambarkan oleh kerabat sebagai pribadi pendiam, rajin, dan bertanggung jawab yang bekerja keras setiap hari untuk membantu perekonomian keluarga.
Kepergian Affan Kurniawan menambah duka mendalam, terlebih ia masih berusia 21 tahun dan belum menikah.
Jenazah Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk dilakukan penanganan medis.
Baca Juga: Mengulang Kembali Jejak Revolusi Prancis: Rakyat Kelaparan, Elit Sibuk Foya-Foya
Namun, tim dokter menyatakan nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang dialami setelah insiden mobil Barracuda tersebut.
Setelah insiden ini, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan permohonan maaf serta belasungkawa kepada keluarga korban.
“Saya mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang sangat mendalam kepada almarhum Affan dan tentunya seluruh keluarga. Kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf atas musibah yang terjadi,” ujarnya, dikutip Jumat, (29/8).
Selain itu, pihaknya juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini.
“Saya sangat menyesali insiden ini dan mohon maaf sebesar-besarnya. Polri akan mengambil langkah penanganan cepat, termasuk menurunkan Propam untuk menyelidiki,” tegasnya.
Tragedi tewasnya Affan Kurniawan dalam demo akbar 28 Agustus menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar aparat lebih mengedepankan aspek keselamatan warga sipil dalam setiap pengamanan unjuk rasa.
Editor : Zaki Jazai