TRENGGALEKNJENGGELEK - Tagar ACAB 1312 mendadak ramai dibicarakan publik usai insiden yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan.
Nama Affan Kurniawan mencuat ke permukaan setelah dirinya dilaporkan tewas karena terlindas mobil Barracuda milik Brimob pada saat demo di Jakarta, Kamis, (28/8).
Baca Juga: Kepala Cabang BRI Tewas Dibunuh, Polisi Berhasil Tangkap Empat Pelaku
Sejak insiden, berbagai lini masa media sosial dipenuhi dengan seruan ACAB 1312, dan banyak yang kemudian mencari arti dari istilah tersebut.
Apa sebenarnya arti dari tagar ACAB 1312 dan bagaimana sejarah kemunculannya hingga bisa viral di Indonesia?
Baca Juga: Polisi Ringkus ODGJ Pembakar Mobil Kades Wonokerto
Berikut penjelasannya.
1. Arti ACAB 1312
Istilah ACAB merupakan singkatan dari kalimat “All Cops Are Bastards” yang jika diterjemahkan berarti “semua polisi brengsek”.
Frasa ini menggambarkan bentuk protes masyarakat terhadap praktik aparat kepolisian yang dianggap kerap menyalahgunakan kewenangan.
Baca Juga: Mengenal Istilah Citizen Journalism dalam Hukum dan Etika Pers Indonesia
Sementara kode 1312 adalah representasi dari huruf ACAB itu sendiri jika dikonversikan ke dalam urutan angka, di mana A=1, C=3, A=1, dan B=2.
Kode ini kemudian digunakan sebagai variasi atau sandi yang lebih singkat, terutama di ruang publik, mural, graffiti, hingga media sosial.
Dengan demikian, arti dari ACAB 1312 tidak sekadar sebuah kata kasar, tetapi simbol perlawanan terhadap institusi kepolisian.
2. Sejarah Munculnya ACAB 1312
Istilah ACAB 1312 memiliki sejarah panjang yang berawal di Inggris pada pertengahan abad ke-20.
Kata ACAB pertama kali ditemukan dalam catatan kriminal di tahun 1940-an, ketika polisi Inggris sering menjadi sasaran kritik masyarakat.
Pada dekade 1970-an, ACAB semakin populer di kalangan subkultur seperti skinhead dan punk yang kerap menuliskan “1312” di jaket maupun tembok.
Baca Juga: Pemprov Jatim Tanggapi Serius Aksi Demo Siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek soal Dugaan Pungli
Simbol tersebut kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia sebagai lambang perlawanan terhadap otoritas yang dianggap menindas.
Di era modern, ACAB 1312 juga banyak dijumpai dalam chant suporter sepak bola, mural protes, hingga aksi demonstrasi besar.
3. Tagar ACAB 1312 Viral
Tagar ACAB 1312 kembali viral usai adanya insiden yang menimpa seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan.
Ia tewas setelah terlindas oleh kendaraan taktis Barracuda milik Brimob pada saat demo akbar 28 Agustus yang terjadi di Jakarta.
Tagar ini seketika mencuat ketika banyak postingan di media sosial yang menyerukan keadilan untuk Affan.
Meski demikian, penggunaan istilah ACAB 1312 seringkali masih menimbulkan perdebatan, karena ada yang menilai bahwa makna tersebut bisa menggeneralisasi seluruh polisi.
Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat menganggap ACAB 1312 merupakan simbol solidaritas terhadap korban kekerasan aparat, termasuk kasus Affan Kurniawan.
Hingga kini, ACAB 1312 terus muncul dalam ruang publik, baik di dunia nyata maupun dunia maya, setiap kali ada peristiwa yang memicu kritik terhadap kepolisian.
Editor : Akhmad Nur Khoiri