TRENGGALEKNJENGGELEK - Sri Mulyani buka suara dan menyampaikan permohonan maaf usai mengalami insiden penjarahan di rumahnya.
Permohonan maaf ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya @smindrawati pada Minggu (31/8).
Dalam unggahannya, Sri Mulyani menampilkan sejumlah tangkapan layar artikel berita yang memberitakan penjarahan tersebut.
Baca Juga: Sebut Guru Beban Negara, Sri Mulyani Klarifikasi: Itu HOAX
Ia juga menuliskan rasa terima kasih atas simpati, doa, dan dukungan dari berbagai pihak.
“Terimakasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini,” tulisnya.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan bahwa membangun Indonesia bukan perkara mudah, melainkan perjuangan panjang yang penuh tantangan.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2026, Begini Penjelasan Sri Mulyani
Karena itu, ia menilai kritik masyarakat, termasuk yang keras sekalipun, tetap berharga sebagai jalan untuk memperbaiki diri dan kinerja.
“Terimakasih kepada seluruh masyarakat umum termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, media massa, pelaku usaha UMKM, koperasi, usaha besar, dan semua pemangku kepentingan yang terus menerus menyampaikan masukan, kritikan, sindiran bahkan makian, juga nasihat,” sambungnya.
Menurutnya, jabatan yang ia emban merupakan amanah negara yang menuntut integritas tinggi dan larangan mutlak terhadap korupsi.
Baca Juga: Indonesia di Persimpangan: Krisis Ekonomi, Krisis Kepercayaan, dan Suara Rakyat
“Tugas negara harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, kepantasan dan kepatutan, profesional, transparan, akuntabel, dan jelas kami dilarang korupsi,” lanjutnya.
Di akhir unggahan, Sri Mulyani menegaskan kembali permohonan maaf sekaligus janji untuk terus berbenah dalam menjalankan tugas.
“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia,” tulisnya menutup caption.
Diketahui, bahwa Sri Mulyani mengalami insiden penjarahan di rumah pribadinya.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari, (31/8), ketika ratusan massa menyerbu kediamannya di Bintaro, Tangerang Selatan.
Serangan berlangsung dalam dua gelombang, yakni sekitar pukul 01.00 dan 03.00 WIB, hingga menyebabkan barang-barang berharga dari rumah tersebut dijarah.
Saat kejadian, Sri Mulyani bersama keluarga tidak berada di rumah.
Usai penjarahan, aparat TNI dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan situasi kini berangsur kondusif.
Editor : Akhmad Nur Khoiri