TRENGGALEKNJENGGELEK - Peristiwa mencekam terjadi di Bandung, Jawa Barat.
Pada Senin (1/9) hingga Selasa (2/9) dini hari, kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) dilaporkan menjadi sasaran serangan aparat dengan gas air mata.
Serangan aparat di area kampus tersebut membuat situasi Bandung semakin tegang dan mengundang perhatian publik luas.
Baca Juga: Tagar ACAB 1312 Mencuat Usai Insiden Affan, Apa Artinya?
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kericuhan bermula saat aparat gabungan mendatangi kawasan sekitar Unisba dan Unpas.
Gas air mata ditembakkan ke arah massa yang berkumpul, bahkan masuk hingga ke lingkungan kampus.
Akibat tembakan gas air mata, mahasiswa yang berada di dalam kampus panik dan berusaha mencari perlindungan.
Baca Juga: Imbas Dinamika Politik, DPP Partai NasDem Nonaktifkan Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni dari DPR
Sejumlah ruangan kampus juga disebut terdampak, dengan sisa gas masih terasa hingga beberapa jam setelah kejadian.
Selain gas air mata, laporan di lapangan juga menyebut adanya tembakan peluru karet yang dilepaskan aparat.
Mahasiswa yang mencoba bertahan akhirnya terpaksa mundur untuk menghindari bentrokan lebih lanjut.
Baca Juga: Usai Rumah Dijarah, Sri Mulyani Sampaikan Maaf dan Janji Akan Berbenah
Situasi mencekam itu berlangsung hingga menjelang subuh, dengan aparat masih bersiaga di sekitar area kampus.
Banyak mahasiswa yang kemudian mengevakuasi diri dalam kondisi mata perih dan sesak napas akibat paparan gas.
Rekaman video serta foto peristiwa ini dengan cepat menyebar melalui media sosial.
Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas pun langsung menjadi perbincangan hangat di linimasa.
Hingga pagi harinya, ribuan warganet mengunggah cuitan, komentar, serta foto kondisi kampus.
Peristiwa ini kini mendapat sorotan nasional, sekaligus memicu gelombang simpati masyarakat.
Banyak warganet yang mempertanyakan urgensi aparat masuk wilayah kampus.
“Parah ngapain nyerang kampus. Ngejar jabatan?!,” ketik akun @_sy***
“Aneh, tengah malem dan nyamper ke kampus, itu kepentingannya apa?!,” tulis akun @chu***
“Kenapa masuk ke kampus Pak?,” ketik akun @rai***
“Apa sih urgensinya nyerang kampus?,” tulis akun @fad***
Tak sedikit juga warganet yang menyebut akun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan mendesaknya untuk mengusut tuntas masalah ini.
Editor : Akhmad Nur Khoiri