Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo Tegaskan Standar Zero Insiden dalam Program MBG: Satu Pun Tidak Bisa Diterima

Didin Cahya Firmansyah • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:58 WIB

 

Pengawasan pada makanan dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek harus terus dilakukan. Karena ada laporan terkait menu.
Pengawasan pada makanan dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek harus terus dilakukan. Karena ada laporan terkait menu.

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga standar “zero” insiden dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam dialog bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.

Dalam percakapan itu, Steve Forbes sempat memuji skala program makan gratis Indonesia. “Saat ini, beliau (Presiden Prabowo) memberi makan setiap hari jumlah penduduk yang setara dengan tujuh Singapura.”

Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo mengonfirmasi capaian program tersebut dan mengakui masih perlunya perbaikan.

“Saya bangga mengatakan, sampai beberapa jam yang lalu, kami sudah memiliki 11.900 dapur. Dan hari ini kami memberi makan 35,4 juta orang. Ya, dan itu setara dengan tujuh Singapura.”

Presiden Prabowo menambahkan, pemerintah menyadari masih ada tantangan di lapangan, tetapi bertekad menjaga keamanan pangan setinggi mungkin.

“Bahkan satu pun kejadian tidak bisa diterima,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menjelaskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat sistem pengawasan dan kualitas produksi di dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.

Dalam dialog itu, Presiden Prabowo juga memaparkan bagaimana sistem pelaksanaan MBG dijalankan langsung oleh tim terlatih dan melibatkan petani lokal agar manfaat ekonominya terasa di desa.

“Kami mengirimkan uang langsung ke dapur, tidak melalui lapisan-lapisan birokrasi. Sebelum program dimulai, kami melatih 32.000 manajer semuanya lulusan universitas  selama tiga bulan, lalu mereka ditempatkan di desa-desa.”

Baca Juga: Satgas MBG di Trenggalek Terima Satu Laporan Masalah Menu Tak Layak Konsumsi di Gandusari, dr Saeroni: Minta masyarakat Aktif Awasi Mutu

“Satu dapur akan membutuhkan 3.000 butir telur setiap dua atau tiga hari, 3.000 mentimun, 3.000 wortel, 3.000 tomat, 3.000 potong ayam, dan sebagainya. Jadi para petani lokal menyadari bahwa mereka memiliki jaminan pembayaran untuk hasil mereka.”

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Mbg #Presiden Prabowo