Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo: 166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri dari Target 500, untuk Putus Kemiskinan

Revalinda Ayu Munantia • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:46 WIB
Presiden  Prabowo Subianto klaim  bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi penggerak ekonomi rakyat
Presiden Prabowo Subianto klaim bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi penggerak ekonomi rakyat

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto berencana membangun 500 Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan. Hingga saat ini, telah berdiri 166 Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang SD hingga SMA.

“Sebanyak 166 Sekolah Rakyat sudah beroperasi. Ini luar biasa. Saya berterima kasih kepada menteri-menteri yang terkait,” kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Presiden Prabowo mengaku bangga karena capaian pembangunan Sekolah Rakyat telah melampaui target awal yang ia tetapkan.

Awalnya, Prabowo menargetkan 100 Sekolah Rakyat pada pertengahan tahun depan.

Namun, sebelum tahun 2025 berakhir, lebih dari 100 sekolah telah berdiri dan menampung 15.945 siswa dan siswi dari keluarga miskin ekstrim.

“Mereka berasal dari keluarga yang paling bawah dalam bidang ekonomi, desil 1 dan 2, yang sebelumnya banyak tidak bersekolah sama sekali. Ada yang membantu orang tuanya menjadi pemulung, ada yang hidup di jalanan,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo bersyukur kini anak-anak tersebut sudah bisa bersekolah secara gratis, berasrama, dan mendapat makan gratis. 

Presiden Prabowo menjelaskan, Sekolah Rakyat memang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan. Menurut Presiden anak orang miskin atau cucu orang miskin tidak perlu menjadi miskin. 

“Anak orang miskin atau cucu orang miskin tidak harus menjadi miskin. Kita harus berani mengubah, harus berani memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Orang yang paling bawah ini sering kali tidak terlihat, kelompok elit tidak pernah melihat apalagi merasakan kesulitan mereka,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengatakan mereka adalah masyarakat yang penderitaannya sering tidak disadari banyak orang. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata untuk membantu memutus kemiskinan.

“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, kita bantu beberapa orang. Kalau tidak bisa membantu beberapa orang, kita bantu satu orang. Kalau satu orang pun tidak bisa kita bantu, jangan kita mempersulit orang lain. Ini pendekatan yang sangat sederhana. We must do what we can do. And we can do, if we want to,” jelas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo optimistis target pembangunan 500 Sekolah Rakyat akan tercapai hingga akhir masa kepemimpinannya. “Itu berarti kita akan membantu 500 ribu keluarga miskin dan sangat miskin. Karena konsep Sekolah Rakyat ini adalah satu sekolah untuk seribu siswa SD, SMP, SMA, dan SMK,” tegasnya.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas setara SD, SMP, dan SMA. Resmi diluncurkan pada 14 Juli 2025, Sekolah Rakyat juga menekankan pembentukan karakter, keterampilan vokasi, kemandirian, serta nilai-nilai kebangsaan.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Pendidikan Indonesia #Berita Pendidikan #Sekolah Rakyat #pendidikan gratis #Berita Terkini #Prabowo Subianto #kemiskinan #program pendidikan #Berita Nasional #pemerintah indonesia #Program Sosial #Pembangunan Indonesia