Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo Berikan Sikap Terkait Berbeda dan Bersaing di Pilpres

Gunawan Awan • Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:31 WIB

 

Presiden Prabowo  hadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025), dan singgung terkait kemakmuran bangsa.
Presiden Prabowo hadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025), dan singgung terkait kemakmuran bangsa.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan dan dinamika politik.

Dalam pidatonya saat menghadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025), Presiden Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia boleh berbeda pandangan dan bersaing dalam demokrasi, namun tidak boleh terpecah.

"Kita ini gotong-royong. Kita satu keluarga," kata Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia punya cara sendiri dalam berdemokrasi.

"Demokrasi iya, berbeda partai boleh. Bersaing di pilpres (pemilihan presiden) tak masalah. Tapi sesudah pilpres kita harus bahu-membahu. Bersatu membangun bangsa," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia bisa seperti saat ini karena perjuangan para pemimpin-pemimpin terdahulu. 

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kemakmuran dan kemajuan tidak akan tercapai jika energi bangsa habis dalam pertikaian dan rasa saling curiga.

“Kalau kita ribut terus, banyak negara lain yang senang. Karena kalau kita tidak bersatu, tidak mungkin kita makmur. Hotel-hotel kita akan kosong, wisatawan enggan datang, investasi pun akan ragu,” ujar Presiden Prabowo.

Untuk itu, Presiden Prabowo menegaskan kunci kemakmuran adalah persatuan bangsa.

"Makanya dalam Pancasila disebutkan Persatuan Indonesia," kata Presiden Prabowo.

Acara pada Rabu menjadi simbol satu tahun pelaksanaan kebijakan langsung berdampak bagi rakyat di bawah kepemimpinan Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan 3 Tugas Utama Polri, Sebut Modus kartel Narkoba Punya Kapal Selam

Sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Polri berhasil menyita 214,84 ton narkotika senilai Rp29,37 triliun, menangkap 65.572 tersangka dari 49.306 kasus, serta mengungkap 22 tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan aset senilai Rp221,38 miliar. Barang bukti yang dimusnahkan hari itu mencapai 2,1 ton narkotika berbagai jenis, hasil kerja kolaboratif antara Polri, BNN, Bea Cukai, Kejaksaan, dan PPATK.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#mabes polri #Presiden Prabowo