Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo Beri Gambaran Tantangan Geopolitik Dunia saat Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan

Gunawan Awan • Sabtu, 1 November 2025 | 02:39 WIB

 

Presiden Prabowo hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Korea Selatan, pada Jumat (31/10/2025).
Presiden Prabowo hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Korea Selatan, pada Jumat (31/10/2025).

KOREA — Preside Prabowo Subianto menilai suasana pertemuan para pemimpin ekonomi dunia dalam KTT APEC 2025 berlangsung positif dan konstruktif.

Di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi global, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama dan ketenangan dunia untuk mendukung pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 pada Jumat (31/10/2025).

“Alhamdulillah, ketemu Presiden Trump dari Amerika, jumpa dengan Presiden Xi Jinping. Saya dengar juga suasananya positif, lah. Dan ini yang kita harapkan, karena akan sangat memengaruhi ketenangan dunia. Dan ekonomi dunia sangat tergantung ketenangan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi tantangan besar berupa perang tarif, ketegangan geopolitik, serta konflik di berbagai kawasan.

Presiden Prabowo menilai, langkah-langkah diplomasi yang menurunkan suhu ketegangan dan membangun rasa saling percaya antarnegara menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi global.

“Sekarang situasi dunia penuh ketidakpastian. Kemudian seolah ada perang tarif, kemudian geopolitik juga masih sangat rawan. Banyak sekali konflik. Kita berusaha untuk menurunkan suhu, meredakan,” imbuh Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan bilateral dengan Luxon, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Indonesia untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian dan pendidikan, termasuk membuka peluang pengiriman lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar kedokteran dan kedokteran gigi di Selandia Baru.

Keduanya juga sepakat menjajaki kerja sama pengiriman pengajar Bahasa Inggris dari Selandia Baru guna memperluas akses pelatihan bahasa bagi pekerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Presiden Prabowo mengatakan pemerintah tengah berencana menghadirkan tenaga pengajar dari Selandia Baru untuk memberikan pelatihan bagi pekerja yang akan bekerja ke luar negeri.

Hal tersebut di sampaikan Presiden Prabowo usai menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luxon di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Jumat (31/10/2025).

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#selandia baru #KTT APEC Korea Selatan #Presiden Prabowo