Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo di APEC: Perdagangan Bebas Harus Disertai Keadilan dan Kesetaraan

Gunawan Awan • Minggu, 2 November 2025 | 04:14 WIB

 

Presiden Prabowo akan menghadiri rangkaian kegiatan KTT APEC 2025 yang diselenggarakan di Gyeongju pada 31 Oktober - 1 November 2025.
Presiden Prabowo akan menghadiri rangkaian kegiatan KTT APEC 2025 yang diselenggarakan di Gyeongju pada 31 Oktober - 1 November 2025.

KOREA SELATAN — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) didirikan atas prinsip pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kerja sama antarnegara.

Misi utama APEC, menurut Presiden Prabowo, untuk memfasilitasi perdagangan bebas harus berdasarkan keadilan dan kesetaraan.

“Peran dan misi utama APEC adalah memfasilitasi perdagangan bebas, investasi, serta kerja sama multilateral berdasarkan rasa kebersamaan di seluruh wilayah kita,” ujar Presiden Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10) waktu setempat.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Asia-Pasifik Tak Boleh Terima Perpecahan sebagai Takdir

“Keyakinan ini harus tetap kita jaga. Kita tidak boleh membiarkan perpecahan merusak stabilitas yang selama ini menopang pertumbuhan kita,” tegas Presiden Prabowo. 

Presiden Prabowo pun mengatakan kini saat yang tepat untuk memperbarui komitmen negara-negara yang tergabung dalam APEC terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif.

“Indonesia berkomitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang berdasarkan aturan, dengan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) pada intinya, demi memastikan setiap pihak dapat bersaing secara setara,” ucap Presiden Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo di APEC Gyeongju: Asia-Pasifik Harus Bangkit di Atas Kecurigaan dan Ketakutan yang Melanda Dunia

Preiden Prabowo melanjutkan, pertumbuhan yang tidak inklusif adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menimbulkan ketidakstabilan, sehingga menciptakan situasi kondusif bagi perdamaian dan kemakmuran.

"Oleh karena itu, inklusivitas harus menjadi pedoman kita. Keberlanjutan juga harus selalu menjadi kompas utama bagi masa depan dunia yang aman," kata Presiden Prabowo.

APEC harus memastikan bahwa manfaat perdagangan dan investasi dapat dirasakan oleh semua pihak, agar tidak ada satu pun ekonomi yang tertinggal," imbuh Presiden Prabowo. 

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo memaparkan program nasional yang dilaksanakan pemerintahannya untuk menciptakan ekonomi inklusif.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong APEC Wujudkan Pertumbuhan Inklusif: Tak Ada Negara yang Ekonominya Tertinggal

Di antaranya lewat pemberdayaan UMKM dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih di seluruh pelosok.

“Di Indonesia, kami memberdayakan UMKM, membangun ribuan koperasi, dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki peran lebih besar dalam perekonomian,” tuturnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#KTT APEC Korea Selatan #Presiden Prabowo