Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo, Pemerintah Hadir untuk Rakyat lewat 60% Subsidi Transportasi Publik

Gunawan Awan • Kamis, 6 November 2025 | 02:51 WIB
Prabowo usai menjajal KRL di kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025). Dalam kesempatan itu  presiden mengaku akan bertanggungjawab terkait  kereta Whoosh.
Prabowo usai menjajal KRL di kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025). Dalam kesempatan itu presiden mengaku akan bertanggungjawab terkait kereta Whoosh.

JAKARTA – Presiden Prabowo menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan melalui dukungan nyata terhadap transportasi massal.

Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Senin (4/11/2025), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa negara terus memperkuat aksesibilitas transportasi publik untuk meringankan beban masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui subsidi operasional layanan perkeretaapian nasional yang mencapai hingga 60 persen. “Tadi disampaikan oleh Menteri Perhubungan, semua kereta api kita, pemerintah subsidi 60%,” ujar Presiden Prabowo, Selasa (4/11/2025).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa subsidi terhadap transportasi publik bukan semata soal hitung-hitungan untung-rugi, melainkan bagian dari kewajiban pemerintah menjalankan fungsi public service obligation (PSO).

“Di seluruh dunia, transportasi publik dihitung berdasarkan manfaatnya bagi rakyat, bukan laba yang dihasilkan. Inilah tugas negara untuk memastikan layanan publik yang layak bagi semua lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan peran vital kereta api dan sistem transportasi massal dalam kehidupan modern, yaitu meningkatkan efisiensi logistik, menekan biaya ekonomi, serta memperluas kesejahteraan rakyat.

Pemerintah berkomitmen memperkuat layanan kereta api nasional dengan menambah 30 rangkaian baru di Jabodetabek serta memperluas jaringan ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.

“Kalau untuk kepentingan rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Kita akan terus perbesar pelayanan dan perluasan sistem transportasi rakyat,” tegas Prabowo.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk menghadirkan negara di tengah rakyat memastikan pembangunan yang berkeadilan, dan menjaga agar kekayaan negara dikelola sepenuhnya untuk kesejahteraan bersama.

Pemerintah memesan total 23 set kereta untuk memecahkan persoalan tingginya kapasitas penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek. Terdiri atas 12 set kereta dari PT Industri Kereta Api (INKA) dan 11 set kereta dari China.

"Kita sudah order kepada CRRC (pabrikan kereta asal China) sebanyak 11 train set. Sebanyak 8 (set kereta) sudah kita operasikan secara penuh, dan 3 (set kereta) sedang melalui technical qualification dengan DJKA (Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan)," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11).

Dengan PT INKA, lanjut dia, PT KAI melalui anak perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) sudah mengoperasikan sebanyak 4 set kereta. Dan saat ini sedang dilakukan uji coba teknis.

"Target dengan PT INKA sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12 (set kereta)," katanya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Stasiun Tanah Abang Baru #jabodetabek #krl #Presiden Prabowo