Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengenang Soeripto: Pendiri Partai dan Tokoh Intelijen yang Mendedikasikan Hidupnya untuk Negeri

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 8 November 2025 | 01:38 WIB
Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting yang telah banyak berjasa bagi perjalanan politik dan keamanan nasional. Yakni Soeripto, pendiri PKS sekaligus sosok intelijen.
Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting yang telah banyak berjasa bagi perjalanan politik dan keamanan nasional. Yakni Soeripto, pendiri PKS sekaligus sosok intelijen.

JAKARTA— Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting yang telah banyak berjasa bagi perjalanan politik dan keamanan nasional. Yakni Soeripto, pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus sosok intelijen yang pernah berkiprah di berbagai era pemerintahan.

Soeripto meninggal dunia pada Kamis (6/11/2025) pukul 12.45 WIB di Jakarta.

Soeripto berpulang dengan tenang di usia 89 tahun, dikelilingi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Kabar duka ini sontak menggema di berbagai kalangan.

Para politisi, tokoh masyarakat, hingga mantan rekan seperjuangan mengenang Soeripto sebagai sosok berintegritas tinggi yang sepanjang hidupnya mengabdi tanpa pamrih untuk negeri.

Awal Kehidupan dan Masa Perjuangan

Soeripto lahir di Bandung pada tahun 1936. Sejak muda, dia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, tegas, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

Masa mudanya dihabiskan untuk belajar sekaligus aktif dalam kegiatan organisasi yang menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Dia menempuh pendidikan tinggi di Bandung, di mana semangatnya terhadap isu keadilan dan politik mulai tumbuh.

Dalam berbagai forum mahasiswa, Soeripto dikenal berani berbicara tentang nilai-nilai moral, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai dasar membangun bangsa.

Namun perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Dia pernah melewati masa sulit, termasuk tekanan dan tantangan politik di masa lalu.

Semua itu justru membentuk karakternya menjadi sosok yang kokoh, matang, dan penuh pengalaman dalam menghadapi dinamika negeri.

Karier di Dunia Intelijen

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Soeripto memilih jalan pengabdian di dunia intelijen.

Di bidang ini, ia bekerja dalam diam, jauh dari sorotan publik.

Dia dikenal sebagai sosok yang teliti, disiplin, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap negara.

Dalam setiap tugasnya, Soeripto mengutamakan kehati-hatian dan integritas.

Dia memahami betul arti tanggung jawab terhadap keamanan nasional dan pentingnya menjaga stabilitas politik di tengah gejolak perubahan zaman.

Bagi rekan-rekannya, Soeripto bukan sekadar petugas intelijen, tetapi seorang pemimpin yang mampu membaca situasi dengan jernih.

Dia dihormati bukan karena pangkat atau jabatan, melainkan karena dedikasi dan ketulusan dalam menjalankan tugasnya.

Menjadi Pendiri Partai dan Tokoh Politik

Memasuki era reformasi, Soeripto tidak berhenti mengabdi.

Dia turut mengambil peran penting dalam mendirikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tujuannya sederhana namun dalam: menghadirkan politik yang berlandaskan nilai moral, kejujuran, dan pelayanan terhadap rakyat.

Dalam partai tersebut, Soeripto bukan hanya pendiri, tetapi juga pembimbing bagi generasi muda.

Dia lebih banyak berperan sebagai penasehat, memberikan pandangan, nasihat, dan arah agar politik dijalankan dengan hati nurani.

Bagi banyak kader, Soeripto adalah sosok bapak bangsa yang bijaksana, tenang, dan penuh kebijaksanaan dalam menyikapi persoalan.

Pemikiran dan Prinsip Hidup

Soeripto dikenal dengan pemikiran yang tajam dan sikap yang rendah hati.

Dia sering menyampaikan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan amanah yang harus dijaga.

Dalam pandangannya, seorang pemimpin sejati harus berani mengambil keputusan sulit, tetapi tetap berpihak pada rakyat.

Dia juga dikenal gemar menulis dan berdiskusi. Banyak pandangannya yang menyoroti pentingnya menjaga persatuan, memberantas korupsi, serta memperkuat karakter bangsa di tengah tantangan global.

Soeripto percaya bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh ekonomi dan politik, tetapi juga oleh moral dan kejujuran warganya.

Kepergian yang Meninggalkan Jejak Mendalam

Pada Kamis (6/11/2025) siang, kabar duka itu datang.

Soeripto menghembuskan napas terakhirnya di Jakarta, pukul 12.45 WIB. Kepergiannya membawa duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan bangsa yang telah dicintainya.

Jenazahnya disemayamkan dengan khidmat, dan berbagai tokoh datang memberikan penghormatan terakhir.

Doa-doa dipanjatkan, mengenang sosok yang telah mengabdi dalam diam namun memberi dampak besar bagi negeri.

Bagi banyak orang, Soeripto bukan hanya tokoh politik, melainkan teladan dalam kejujuran dan ketulusan.

Ia telah membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan di atas panggung, karena kerja dalam diam pun bisa menyelamatkan banyak hal.

Baca Juga: Asa Literasi di Trenggalek di Tengah Keterbatasan Anggaran Akibat Efisiensi

Warisan yang Tak Tergantikan

Hidup Soeripto adalah kisah tentang dedikasi dan integritas.

Dia meninggalkan pesan agar generasi muda tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani berbuat.

Bahwa kesetiaan terhadap bangsa harus dijaga dengan kejujuran dan kerja keras.

Warisan yang ditinggalkannya bukan berupa harta, melainkan nilai-nilai luhur: disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air.

Itulah peninggalan sejati yang akan selalu dikenang dari seorang Soeripto pria yang hidup untuk melayani, bukan dilayani.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Berita duka #Tokoh Intelijen #pks #Soeripto