Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo Tegaskan Tak Takut Jokowi dan Tepis Tudingan Miring

Eka Putri Wahyuni • Sabtu, 8 November 2025 | 02:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rasa takut terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rasa takut terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rasa takut terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pernyataan Presiden Prabowo tersebut disampaikan saat meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, pada Kamis (6/11/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memuji capaian pemerintahan Jokowi, termasuk keberhasilan menarik investasi besar dari luar negeri yang kini terwujud di masa pemerintahannya.

“Saya yang beruntung. Pak Jokowi yang capek-capek merintis, aku yang meresmikan. Itu namanya takdir. Tadi karena saya takut kualat, aku ngundang beliau. Dan saya hormati beliau, saya nggak ada masalah, saya hormati semua pemimpin yang baik,” ujar Prabowo di hadapan tamu undangan. 

Presiden Prabowo menepis tudingan bahwa rasa hormatnya kepada Jokowi merupakan bentuk ketakutan atau ketergantungan politik. 

Presiden menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah menitipkan pesan atau mencoba mengendalikan pemerintahannya.

“Nggak ada itu. Pak Jokowi itu ndak pernah nitip apa-apa sama saya. Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi, nggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng sama beliau kok takut,” ucapnya tegas.

Presiden Prabowo menekankan bahwa hubungan dirinya dengan Jokowi terjalin dalam suasana saling menghormati.

Istilah hopeng, yang berarti sahabat dalam bahasa Hokkien, menjadi simbol kedekatan dan rasa hormat di antara keduanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa ia telah mengundang Jokowi untuk hadir dalam acara peresmian pabrik, namun sang mantan presiden berhalangan hadir dan menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon.

“Saya minta Pak Jokowi diundang karena saya lihat kok ada mulai budaya yang tidak baik. Pemimpin dikuyu-kuyu, dicari-cari. Pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa? Ini harus kita ubah,” jelasnya.

Prabowo menilai, setiap pemimpin layak mendapatkan penghormatan atas jasa dan kontribusinya bagi negara.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan harus dijalankan dengan kejujuran dan penghargaan terhadap kerja keras pemimpin sebelumnya.

“Beliau memimpin 10 tahun dan diakui dunia bagaimanapun. Inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus. Come on, harus yang benar, yang jujur. Ngono ya ngono,” sambung Presiden Prabowo. 

Dalam pidato yang sama, Presiden Prabowo juga mengapresiasi komitmen Lotte Chemical sebagai salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia yang berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai USD 4 miliar atau sekitar Rp 66,6 triliun.

Presiden Prabowo menyebut kehadiran Lotte di Indonesia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi nasional.

“Datang ke kita, investasi uang mereka, yang mereka cari dengan susah payah puluhan tahun, mereka percaya sama kita. Di sini mereka memberi manfaat pada kita, kita harus amankan, kita harus jaga, mereka supaya di sini nyaman,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan semua investor mendapat perlindungan hukum dan suasana kondusif agar mampu berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan Presiden Prabowo di Cilegon dianggap sebagai bentuk penegasan bahwa hubungan antara dirinya dan Jokowi tetap harmonis, meskipun masa jabatan Jokowi telah berakhir.

Ucapan “aku hopeng sama beliau” mencerminkan semangat persahabatan dan kesinambungan kepemimpinan di Indonesia, di mana perbedaan politik tidak menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#jokowi #Presiden Prabowo