Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Polda Metro Jaya Pastikan 2 Kerangka di Kwitang Adalah Pengunjuk Rasa yang Hilang Saat Demo Agustus

Gunawan Awan • Sabtu, 8 November 2025 | 00:59 WIB

 

Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti (tengah) ungkap proses identifikasi dua kerangka di Kwitang yang kini telah diketahui identitasnya.
Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti (tengah) ungkap proses identifikasi dua kerangka di Kwitang yang kini telah diketahui identitasnya.

 

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengumumkan hasil pemeriksaan forensik terhadap dua kerangka manusia yang ditemukan di salah satu gedung di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya, kedua kerangka itu dipastikan identik dengan dua pengunjuk rasa yang dilaporkan hilang sejak aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025).

Dalam kesempatan itu, hadir perwakilan dari kepolisian, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), pemilik gedung tempat penemuan kerangka, serta pihak keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka.

Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan, bahwa tim forensik telah melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam, meliputi identifikasi primer dan sekunder.

Pemeriksaan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi DNA serta odontologi forensik atau analisis gigi.

“Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik bahwa nomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002, sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo,” ujar Hastry.

Lebih lanjut, Hastry menyebut hasil serupa juga ditemukan pada kerangka kedua.

“Dilakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa hasil pemeriksaan DNA dari tulang nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid,” tambahnya.

Menurut Hastry, pemeriksaan identifikasi dilakukan secara berlapis untuk memastikan keakuratan hasil.

“Dilakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa pemeriksaan pada gigi yaitu odontologi forensik yang terdapat kesamaan titik dengan teknik superimpos dan dua pengambilan sampel DNA dari tulang,” jelas Hastry.

Selain pemeriksaan primer, tim juga meneliti sejumlah aspek sekunder yang mendukung proses identifikasi.

“Dua kerangka jenazah itu yang ditemukan diperiksa baik itu dari pemeriksaan sekunder itu dari tulang yang ditemukan,” sambungnya.

“Juga pemeriksaan primer itu adalah pemeriksaan gigi dan juga pemeriksaan perhiasan yang masih ada melekat begitu ya,” pungkas Hastry.

Penemuan dua kerangka manusia di gedung kawasan Kwitang sempat menggemparkan publik.

Temuan itu dikaitkan dengan laporan kehilangan dua pengunjuk rasa yang terakhir terlihat saat aksi unjuk rasa berujung ricuh di Jakarta pada Agustus 2025 lalu.

Kepolisian kemudian membentuk tim gabungan untuk menyelidiki temuan tersebut, termasuk melibatkan ahli forensik dari Puslabfor Polri dan Labdokkes.

Setelah melalui proses identifikasi yang cukup panjang, hasil forensik akhirnya memastikan bahwa kedua kerangka tersebut merupakan Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, dua orang yang sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarga mereka.

Dengan hasil ini, proses hukum dan investigasi lanjutan dipastikan akan berfokus pada penyebab kematian kedua korban serta kemungkinan keterkaitannya dengan aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.(*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kerangka manusia #demo ricuh #agustus #polda metro jaya