Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

RS Yarsi Tangani 15 Korban Letupan Bom di SMAN 72 Jakarta, 13 Orang Alami Gangguan Pendengaran Efek Ledakan

Gunawan Awan • Minggu, 9 November 2025 | 18:37 WIB
Linimasa media sosial (medsos) tengah dipenuhi pembahasan sebagian publik tentang insiden letupan bom rakitan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).
Linimasa media sosial (medsos) tengah dipenuhi pembahasan sebagian publik tentang insiden letupan bom rakitan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).

JAKARTA - Linimasa media sosial (medsos) tengah dipenuhi pembahasan sebagian publik tentang insiden letupan bom rakitan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading terjadi di area masjid sekolah saat kegiatan Salat Jumat berlangsung.

Berdasarkan keterangan awal, ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading  berasal dari bom rakitan yang diduga dibawa oleh salah satu siswa sekolah.

Kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah dan menyebabkan sejumlah siswa serta guru mengalami luka akibat daya ledak.

Terkini, Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat, menangani total 15 korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta hingga Sabtu, 8 November 2025.

Dari jumlah tersebut, 14 korban menjalani perawatan inap dan satu korban lainnya hanya membutuhkan perawatan jalan.

Manajer Pelayanan Medis RS Yarsi, dr Irmadianti mengatakan sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat efek suara ledakan.

Irmadianti lalu menyatakan, sebagian lainnya menderita luka bakar dan trauma pada tubuh bagian dalam.

“Saat ini di Rumah Sakit Yarsi kami menangani 15 korban," ungkap Irmadianti kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu, 8 November 2025.

"Sebanyak 13 korban dirawat inap biasa dengan kondisi rata-rata mengalami gangguan pendengaran,” sambungnya.

Satu Korban Jalani Operasi Darurat

Dari total korban, Irmadianti menyebutkan, 1 orang mengalami luka berat sehingga harus menjalani operasi darurat.

Pasien tersebut kini diketahui mengalami luka bakar parah dan cedera pada bagian perut akibat gelombang ledakan.

“Satu korban mengalami gangguan yang cukup berat sehingga harus segera dilakukan operasi emergensi kemarin,” jelas Irmadianti.

Sementara satu korban lainnya hanya menjalani perawatan rawat jalan setelah pemeriksaan dokter spesialis dan diperbolehkan pulang.

Di sisi lain, Irmadianti memastikan seluruh korban yang kini masih dirawat berada dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan perawatan intensif.

“Kondisi korban saat ini dalam perawatan kami, stabil,” tuturnya.

Terkait banyaknya korban ledakan, sebagian publik pun turut menyoroti adanya temuan bom rakitan dalam insiden tersebut.

Usut punya usut, ledakan terjadi sesaat setelah khutbah Salat Jumat berakhir dan sebelum iqamah dikumandangkan.

Kronologi dan Dugaan Motif

Salah satu saksi mata sekaligus siswa kelas XI di SMAN 72 Jakarta, Sela mengatakan dirinya berada di selasar masjid saat mendengar suara ledakan keras.

Sela bercerita, kala itu dirinya sempat melihat tiga bom rakitan di lokasi kejadian.

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela kepada awak media di Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).

Menurut dia, suasana sekolah pada pagi hari berjalan normal. Para siswa bahkan sempat mengikuti kegiatan Adiwiyata sebelum Salat Jumat dimulai.

“Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” tambah Sela.

Polri Dalami Dugaan Perundungan

Terkait identitas pelaku, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya sedang mendalami dugaan motif pelaku yang disebut merupakan korban perundungan atau bullying.

Sigit menilai, hingga kini kepolisian masih mengumpulkan bukti dan informasi untuk memastikan latar belakang pelaku.

“Untuk saat ini salah satu dari yang melakukan operasi terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagai macam informasi," tegas Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025).

"Tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,” sambungnya.

Sigit menambahkan, polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku dan sedang melakukan penyelidikan terhadap lingkungan sekitar, termasuk rumah pelaku.

“Untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku," terang Sigit.

"Kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” tandasnya.*

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#SMAN 72 Kelapa Gading #ledakan bom