Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenali Sosok Daftar 10 Pahlawan Nasional Baru 2025 Yang Sudah Ditetapkan

Friesta Cahya Ramadhani • Selasa, 11 November 2025 | 19:00 WIB

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 resmi diumumkan pemerintah sebagai bentuk penghormatan bagi tokoh yang berjasa besar bagi bangsa. (youtube)
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 resmi diumumkan pemerintah sebagai bentuk penghormatan bagi tokoh yang berjasa besar bagi bangsa. (youtube)

JAKARTA – Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan 10 tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional baru.

Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan negara atas jasa besar mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan, membangun demokrasi, serta membela hak-hak rakyat.

Penetapan dilakukan melalui sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) setelah melalui proses panjang dari tingkat daerah hingga Kementerian Sosial.

Menurut Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, dari 49 nama yang diusulkan, akhirnya hanya 10 tokoh yang ditetapkan.

“Nama-nama ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai presiden, tokoh demokrasi, hingga pejuang daerah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Lahan 16,4 Hektare Miliknya Dicaplok Mafia Tanah, Ingatkan soal Perlawanan Pemalsuan Dokumen

1. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)

Dikenal sebagai Gus Dur, Abdurrahman Wahid lahir di Jombang pada 7 September 1940 dan wafat di Jakarta, 30 Desember 2009.

Ia merupakan Presiden ke-4 Republik Indonesia, menjabat sejak 1999 hingga 2001.

Gus Dur juga dikenal sebagai mantan Ketua Umum PBNU dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sosoknya lekat dengan nilai pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan.

2. Jenderal Besar TNI Soeharto (Jawa Tengah)

Lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921, Soeharto adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia.

Ia dikenal sebagai tokoh pembangunan nasional dengan program swasembada pangan dan stabilitas politik.

Soeharto memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, sejak 1967 hingga 1998.

Ia wafat pada 27 Januari 2006 dalam usia 87 tahun.

3. Marsinah (Jawa Timur)

Aktivis buruh Marsinah lahir di Nganjuk, 10 April 1969.
Ia dikenal karena perjuangannya menuntut hak-hak pekerja di PT CPS Sidoarjo pada awal 1990-an.

Setelah memimpin aksi mogok kerja pada Mei 1993, Marsinah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Namanya kini dikenang sebagai simbol keberanian dan perjuangan buruh perempuan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kaji Pembatasan Game PUBG, Gubernur DKI Beri Dukungan Penuh

4. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)

Prof. Mochtar Kusumaatmadja lahir di Jakarta, 17 Februari 1929.

Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia dan melanjutkan ke Universitas Yale serta Harvard Law School.

Mochtar pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman (1974–1978) dan Menteri Luar Negeri (1978–1988).

Ia berperan penting dalam diplomasi internasional dan perumusan hukum laut Indonesia.

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyah (Sumatera Barat)

Lahir pada 1900, Rahmah El Yunusiyah merupakan pendiri Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, sekolah perempuan pertama di Indonesia.

Ia memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan dan ikut dalam barisan Sabilillah serta Hizbullah selama masa revolusi.

Perjuangannya mendapat apresiasi dari Universitas Al-Azhar Kairo pada 1955.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah)

Sarwo Edhie dikenal sebagai tokoh militer yang pernah menjabat Komandan RPKAD (kini Kopassus) tahun 1965 dan Gubernur Akademi Militer tahun 1970.

Ia juga merupakan ayah Ani Yudhoyono serta kakek Agus Harimurti dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Baca Juga: Usai Penganugerahan, Keluarga Pahlawan Nasional Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo

7. Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat)

Sultan Muhammad Salahuddin (1888–1951) adalah Sultan Bima ke-XIV yang memerintah sejak 1915 hingga 1951.

Ia dikenal sebagai pemimpin bijaksana yang menentang penjajahan Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.

8. Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)

Lahir pada 1820, Syaikhona Kholil Bangkalan dikenal sebagai guru dari banyak ulama besar, termasuk pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.

Beliau memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu agama dan dunia pesantren.

Kontribusinya melahirkan banyak tokoh ulama yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

9. Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara)

Tuan Rondahaim Saragih Garingging merupakan pejuang asal Kerajaan Raya, Simalungun.

Ia memimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda antara 1880 hingga 1891.

Dengan keberanian dan keteguhan, ia berhasil mempertahankan wilayahnya hingga akhir hayat.

Baca Juga: Rahmah El Yunusiyah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Keluarga: Gigih Perjuangkan Pendidikan bagi Perempuan

10. Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)

Lahir di Tidore, 15 Agustus 1912, Sultan Zainal Abidin Syah merupakan Gubernur pertama Irian Barat (Papua) periode 1956–1961.

Ia berjasa memperjuangkan integrasi Papua ke wilayah Republik Indonesia.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun ini menjadi bentuk penghargaan negara kepada tokoh-tokoh yang telah berjuang demi bangsa dan kepentingan rakyat, serta memberikan kontribusi besar di bidangnya masing-masing. (*)


Editor : Didin Cahya Firmansyah
#nasional #hari pahlawan #10 November 2025