Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cucu PB XI: Seluruh Trah Mataram Surakarta Harus Duduk Bersama Demi Karaton Kasunanan Surakarta yang Rukun dan Bermartabat

Gunawan Awan • Kamis, 13 November 2025 | 14:23 WIB

 

BRM Nugroho Iman Santoso, cucu dari Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XI sekaligus putra dari Gusti Pangeran Haryo (GPH) Notopuro.
BRM Nugroho Iman Santoso, cucu dari Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XI sekaligus putra dari Gusti Pangeran Haryo (GPH) Notopuro.

SURAKARTA — Situasi internal Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menjadi sorotan setelah muncul berbagai klaim mengenai pengganti susunan Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIII.

Menyikapi hal tersebut, BRM Nugroho Iman Santoso, cucu dari Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XI sekaligus putra dari Gusti Pangeran Haryo (GPH) Notopuro, menyerukan pentingnya musyawarah besar keluarga besar Dinasti Mataram agar tidak terulang kembali konflik internal seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

Dalam keterangan persnya, BRM Nugroho menegaskan bahwa proses suksesi di Karaton Kasunanan Surakarta tidak dapat dilakukan secara sepihak.

Dia mengingatkan bahwa seluruh trah mulai dari Paku Buwono II hingga Paku Buwono XIII memiliki tanggung jawab moral dan sejarah untuk menjaga warisan leluhur dengan jalan musyawarah.

“Semua trah Dinasti Mataram, mulai dari PB II hingga PB XIII, harus duduk bersama untuk bermusyawarah dan menghasilkan kesepakatan yang mufakat. Jangan sampai terjadi konflik berikutnya, apalagi mengulang perpecahan yang pernah terjadi sebelumnya,” tegas BRM Nugroho Iman Santoso, Rabu (13/11/2025). 

Menurut dia, musyawarah yang melibatkan seluruh trah merupakan satu-satunya jalan untuk melahirkan keputusan yang sah dan diterima semua pihak, sehingga Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dapat kembali menjadi simbol kebersamaan, kehormatan, dan keluhuran budaya Jawa.

“Karaton bukan milik keluarga inti semata, tetapi milik seluruh keluarga besar Dinasti Mataram. Karena itu, keputusan apa pun harus dilandasi rembug bersama, bukan klaim sepihak,” ujarnya.

BRM Nugroho juga mengajak seluruh pihak di lingkungan karaton untuk menahan diri dan menempatkan kepentingan Kasunanan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kami, dari Trah Awu Sepuh dan seluruh keluarga besar PB II hingga PB XI, siap duduk bersama demi kebaikan, kemaslahatan, dan kemakmuran Karaton Kasunanan Surakarta ke depan. Jangan sampai karaton hancur karena ambisi dan klaim yang belum memiliki legitimasi,” tambahnya.

Dia berharap seruan ini dapat menjadi titik awal rekonsiliasi dan persatuan di lingkungan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sekaligus memperkuat silaturahmi antartrah Dinasti Mataram.

“Inilah saatnya kita kembali ke pesan leluhur rukun, rembug, mufakat. Dari situlah marwah dan kejayaan Karaton Kasunanan Surakarta dapat ditegakkan kembali,” tutupnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIII #solo #keraton kasunanan surakarta