Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Pertanyakan Kepastian Tanggungan Biaya Pengobatan dari Pemerintah

Gunawan Awan • Kamis, 13 November 2025 | 19:30 WIB
Ledakan terjadi di SMAN72 Kelapa Gading usai salat Jumat, (7/11/2025). Penyebab ledakan hingga sejumlah barang bukti telah diamankan polisi.
Ledakan terjadi di SMAN72 Kelapa Gading usai salat Jumat, (7/11/2025). Penyebab ledakan hingga sejumlah barang bukti telah diamankan polisi.

JAKARTA - Salah satu orang tua korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mempertanyakan kejelasan dan batas waktu tanggungan biaya pengobatan dari pemerintah.

Orang tua korban mengaku hingga kini belum mendapat kepastian maupun kunjungan dari pihak berwenang, meski sebelumnya pemerintah telah menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban.

Pria yang diketahui bernama Andre itu menyampaikan bahwa anaknya mengalami luka parah dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

Andre khawatir beban pengobatan akan terus bertambah seiring lamanya proses pemulihan.

"Korban ledakan ini ditanggung oleh pemerintah, saya kan juga enggak tahu ya ditanggungnya itu sampai kapan," ucap Andre kepada awak media pada Selasa (11/11/2025).

"Karena ini masalah anak saya lukanya itu sangat-sangat parah," lanjutnya.

Andre menilai kondisi anaknya tidak mungkin pulih dalam waktu singkat dan berharap pemerintah memberikan perhatian jangka panjang terhadap korban yang masih dalam masa perawatan.

"Dan tidak mungkin dalam kondisi satu tahun atau dua tahun itu baru sembuh," tutur Andre.

Lebih lanjut, Andre mengaku belum pernah ditemui oleh pejabat pemerintah terkait skema tanggungan biaya perawatan.

"Jadi saya berharap dari pihak pemerintah sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada yang menemui saya," ujarnya.

"Dari pemerintahan DKI Jakarta, dari Kapolri, Kapolda, tidak ada yang menemui saya," tambah Andre.

Orang tua korban tersebut menegaskan bahwa kepastian tanggungan biaya penting bagi masa depan anaknya yang masih memiliki cita-cita dan harapan untuk pulih.

Baca Juga: Imbas Insiden Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, RSIJ Beberkan Kondisi Terduga Pelaku hingga 13 Korban yang Kini Dirawat

"Jadi saya ingin memastikan, ini anak juga punya cita-cita, ke depannya dia mau jadi apa. Apa cita-citanya itu tenggelam gitu aja," pungkasnya.

Pemerintah Pastikan Biaya Perawatan Ditanggung

Pemerintah sebelumnya telah menegaskan komitmen menanggung biaya pengobatan seluruh korban ledakan SMAN 72.

Kementerian Sosial (Kemensos) bahkan berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait mekanisme pembiayaan dan pendampingan pemulihan korban.

Menteri Sosial Gus Ipul memastikan pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan, termasuk rehabilitasi dan program pemulihan jangka panjang bagi korban.

"Kementerian Sosial memberikan dukungan yang diperlukan setelah nanti dari rumah sakit ini, mulai dari rehabilitasi, masa-masa pemulihannya sampai nanti, jika diperlukan, dengan program-program pemberdayaan," ucap Gus Ipul usai menjenguk para korban pada Minggu, 9 November 2025.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI akan menanggung biaya rumah sakit seluruh korban ledakan tanpa terkecuali.

"Pokoknya semua korban di rumah sakit mana saja akan ditanggung oleh Pemerintah DKI sampai dengan selesai," ujar Pramono usai menjenguk para korban di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Jumat, 7 November 2025.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan korban ledakan mendapat perawatan hingga tuntas.

Namun, keluhan dari pihak keluarga korban menunjukkan masih ada kebutuhan akan transparansi dan komunikasi yang lebih intens antara pemerintah dan masyarakat terdampak.*

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#ledakan #SMAN 72 Kelapa Gading