Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MBG jadi Sorotan Positif di Jepang, Penggunaan Bahan Lokal dan UMKM dari MBG Dibahas

Gunawan Awan • Kamis, 20 November 2025 | 17:50 WIB

 

Presiden Prabowo ini kembali menarik perhatian setelah baru-baru ini diulas oleh surat kabar harian Jepang, Yomiuri Shimbun, terkait MBG.
Presiden Prabowo ini kembali menarik perhatian setelah baru-baru ini diulas oleh surat kabar harian Jepang, Yomiuri Shimbun, terkait MBG.

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo kini menjadi sorotan dunia.

Setelah mendapat apresiasi saat dipresentasikan dalam Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB pada Oktober lalu, program dari Presiden Prabowo ini kembali menarik perhatian setelah baru-baru ini diulas oleh surat kabar harian Jepang, Yomiuri Shimbun.

Pada edisi Senin (17/11/2025), salah satu rubrik dalam koran tersebut memuat artikel tentang program MBG yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam artikel bertajuk “Makan Siang Sekolah – Tantangan Indonesia”, koran itu mengulas tujuan utama program MBG, yaitu meningkatkan status gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita di Indonesia, serta mengatasi masalah stunting atau kekurangan gizi kronis.

“Di Indonesia, program makan siang sekolah (school lunch) mulai mendapatkan perhatian sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan anak serta mendukung proses belajar mereka. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi,” demikian tulisan koran berbahasa Jepang tersebut.

Menurut artikel itu, tantangan utama program ini adalah memastikan distribusi makanan bergizi dan tepat sasaran di seluruh wilayah, terutama di daerah pedesaan, serta menjaga keberlanjutan pendanaan.

“Di beberapa daerah, banyak sekolah dasar yang belum memiliki dapur khusus untuk menyediakan makanan bergizi. Oleh karena itu, makanan sering kali dibawa dari luar sekolah atau disiapkan di fasilitas sederhana,” tulisnya.

Artikel tersebut juga menyoroti peran pangan lokal dalam pelaksanaan MBG.

Program ini disebut mendorong penggunaan bahan makanan yang bersumber dari petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil lokal untuk mendukung perekonomian daerah.

Tulisan itu turut membandingkan MBG dengan program serupa di Jepang.

Artikel tersebut menyoroti sistem makan siang sekolah di Jepang (kyushoku) sebagai model yang terbukti berhasil dalam menjaga kesehatan, menanamkan kebiasaan makan yang baik, dan mempromosikan pendidikan gizi.

“Banyak pihak berharap program ini dapat berkembang seperti di Jepang, negara yang sudah lama dikenal memiliki sistem makan siang sekolah yang sangat baik,” tulisnya lagi.

Artikel itu juga dilengkapi sejumlah foto dengan caption: Para murid sekolah dasar di Indonesia sedang menikmati makan siang bersama di kelas. Beberapa dari mereka memperlihatkan ekspresi senang terhadap makanan yang disajikan.

Ada juga foto lain dengan caption: “Di Indonesia, konsumsi sayur sangat penting untuk kesehatan anak. Upaya peningkatan gizi melalui makan siang sekolah terus dilakukan.” Dan foto lain dengan keterangan: Dapur tempat makan siang sekolah disiapkan. Para petugas bekerja untuk memasak makanan dalam jumlah besar setiap hari. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Yomiuri Shimbun #Presiden Prabowo