Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran: Ungkap Sejarah, Dorong Pariwisata, dan Titip Pesan Soal Anak Sekolah

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 20 November 2025 | 22:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun Rumah Sakit canggih di setiap Kabaputan/Kota dalam jangka waktu empat tahun.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun Rumah Sakit canggih di setiap Kabaputan/Kota dalam jangka waktu empat tahun.

JAKARTA – Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran menjadi momen penting bagi pembangunan infrastruktur nasional.

Dalam kunjungan kerjanya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/11/2025), Presiden Prabowo Subianto meresmikan dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover yang tersebar di empat provinsi.

Acara peresmian oleh Presiden Prabowo tersebut dipusatkan di Jembatan Kabanaran, Bantul.

Presiden Prabowo hadir didampingi pejabat tinggi negara seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri PUPR Dodi Anggodo.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan konektivitas merupakan fondasi penting untuk pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

Peresmian ini tidak hanya menyoroti infrastruktur, tetapi juga sejarah dan potensi pariwisata Bantul yang ingin terus dikembangkan.

Karena itu, keyword Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran sangat menggambarkan fokus utama agenda ini.

Sejarah Panjang Lokasi Peresmian

Dalam laporan awal, Menteri PUPR Dodi Anggodo menjelaskan alasan Jembatan Kabanaran dipilih sebagai lokasi utama.

Kawasan ini memiliki nilai historis kuat sebagai bekas markas perjuangan Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bergelar Sunan Kabanaran.

Dengan sejarah sejak 1749, lokasi ini dianggap simbol semangat perjuangan dan kebersamaan.

Menurut Dodi Anggoro, semangat inilah yang ingin dihidupkan kembali melalui pembangunan infrastruktur konektivitas.

“Ini adalah representasi komitmen pemerintah dalam penguatan konektivitas dan rantai nilai komoditas,” ujarnya.

Total proyek yang diresmikan mencakup dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover yang berada di empat provinsi, dengan panjang keseluruhan 5,5 kilometer.

Proyek ini menelan anggaran Rp1,97 triliun dan melibatkan lebih dari 10 ribu tenaga kerja.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran bukan hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Presiden menegaskan bahwa konektivitas akan mempermudah akses menuju kawasan bersejarah dan wilayah yang potensial di sektor budaya maupun pariwisata.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan hotel, fasilitas publik, serta UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Pariwisata menyumbang devisa besar dan menciptakan lapangan kerja. Infrastruktur ini akan mendukung akselerasi itu,” ujar Presiden.

Menurutnya, tahun ini sektor pariwisata nasional meningkat hingga 20 persen.

Karena itu, infrastruktur penunjang seperti jembatan, flyover, dan underpass harus dibangun dengan kualitas terbaik.

Pesan Prabowo Soal Anak Sekolah

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan hal unik yang mencuri perhatian publik.

Ia mengatakan bahwa dalam perjalanan menuju lokasi acara, banyak anak sekolah berdiri di pinggir jalan untuk menyambutnya.

Prabowo mengaku terharu, namun sekaligus merasa kasihan karena mereka harus menunggu lama di bawah terik matahari.

Presiden kemudian meminta Sekretaris Kabinet untuk membuat surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota di Indonesia agar tidak lagi mengerahkan siswa untuk menyambut kedatangan Presiden di pinggir jalan.

“Biar mereka belajar di kelas. Kalau saya ingin bertemu, saya yang akan masuk ke kelas mereka,” ujarnya.

Peresmian Resmi Dilakukan

Usai sambutan, prosesi peresmian dilakukan melalui penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti.

Dengan itu, Jembatan Kabanaran, Jembatan Sambas Besar, Flyover Cangguk, Underpass Gatot Subroto, dan Underpass Joglo Surakarta resmi beroperasi.

Presiden Prabowo juga memuji keindahan desain Jembatan Kabanaran dan berharap fasilitas ini dijaga serta dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat.

Pada akhir acara, Presiden kembali mengingatkan bahwa keberanian dan ketangguhan bangsa harus terus dijaga.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah salah satu wujud keberanian Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran dan infrastruktur di 4 provinsi, dorong konektivitas, pariwisata, dan ekonomi daerah. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Jembatan Kabanaran #Prabowo Subianto #PUPR #bantul #Infrastruktur Nasional