Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Viral Ayah Jalan Kaki 4 Hari 4 Malam Menembus Hutan Cari Keluarga, Berakhir Pelukan Haru di Pengungsia

Galuh Agista Rachmadyna • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:55 WIB
4 hari 4 malam, menembus sunyi hutan, hanya demi sebuah pelukan. Perjuangan seorang ayah yang tak pernah padam. Air mata ini adalah tawa kita yang tertunda. (Tangkap Layar YouTube)
4 hari 4 malam, menembus sunyi hutan, hanya demi sebuah pelukan. Perjuangan seorang ayah yang tak pernah padam. Air mata ini adalah tawa kita yang tertunda. (Tangkap Layar YouTube)

ACEH – Kisah haru seorang ayah yang jalan kaki 4 hari 4 malam menembus hutan belantara demi mencari keluarganya yang terpisah saat banjir besar di Aceh, mendadak viral dan mengundang perhatian luas dari publik nasional.

Video momen pertemuan ayah dan anak tersebut direkam pada Senin (1/12/2025) di lokasi pengungsian Kuala Simpang, Aceh, dan pertama kali diunggah oleh akun Instagram @alvian_linux.

Dalam video yang kini menyebar luas di berbagai platform media sosial itu, terlihat seorang anak menangis tersedu-sedu sambil memeluk ayahnya yang tiba dengan kondisi lelah, pakaian basah dan penuh lumpur.

Potongan visual tersebut langsung mengaduk emosi warganet yang membanjiri kolom komentar dengan doa serta dukungan moral.

Berjalan Menembus Hutan Selama 4 Hari 4 Malam

Dalam keterangannya, Alvian menjelaskan bahwa sang ayah nekat melakukan perjalanan ekstrem dengan berjalan kaki 4 hari 4 malam dari perbatasan Aceh menuju daerah terdampak banjir.

Langkah itu ditempuh karena akses darat menuju Sungai Liput masih terputus total akibat banjir setinggi 3 meter.

“Beliau berjalan tanpa henti melewati hutan belantara hanya untuk memastikan keluarganya selamat,” tulis Alvian.

Jalur hutan dipilih secara terpaksa karena jalur utama masih tertutup dan air bah menghalangi semua bentuk transportasi.

Sepanjang perjalanan, pria tersebut harus melewati medan licin, menyeberangi sungai dengan arus deras, dan menghindari longsor yang kerap terjadi setelah curah hujan ekstrem.

Perjalanan penuh perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil pada Minggu (30/11/2025).

Sang ayah bertemu Alvian dan relawan di tengah hutan yang tengah mengevakuasi puluhan warga lain menuju area aman.

Menyadari kondisi fisik sang ayah yang sangat lemah, tim relawan pun memberikan tumpangan mobil bak terbuka menuju pos pengungsian Kuala Simpang hingga Lokseumawe.

Ratusan Warga Berjalan Kaki Selamatkan Diri

Dalam videonya, Alvian juga menuturkan bahwa perjuangan sang ayah bukanlah satu-satunya cerita pengorbanan yang terekam dalam momen tersebut.

Ia menyebut bahwa sepanjang perjalanan, dirinya bertemu ratusan warga lain yang juga berjalan kaki untuk menyelamatkan diri, membawa anak kecil, perempuan hamil, dan lansia.

“Semampunya kami memberikan tumpangan,” ujarnya.

“Yang penting mereka bisa mencapai pengungsian dengan selamat.”

Situasi ini sekaligus menggambarkan betapa parahnya kondisi di lapangan pasca banjir besar yang menghantam wilayah Aceh dan sebagian Sumatera Utara dalam sepekan terakhir.

Banyak akses transportasi terputus, jaringan komunikasi mati, dan sejumlah keluarga terpisah tanpa kabar.


Viral dan Menjadi Simbol Perjuangan Korban Banjir

Video pertemuan ayah dan anak yang jalan kaki 4 hari 4 malam itu kini menjadi simbol kuatnya perjuangan dan kerinduan keluarga korban bencana.

Ribuan komentar mengalir di sosial media, mayoritas mendoakan keselamatan serta memuji keteguhan sang ayah.

“Bapak hebat. Perjuangan yang luar biasa,” tulis salah satu pengguna Instagram.

“Semoga semua keluarga korban banjir segera ditemukan dan dipertemukan kembali,” komentar lainnya.

Banyak pula warganet yang menandai akun lembaga kemanusiaan dan pemerintah agar bantuan segera dipercepat ke daerah terisolasi.

Dukungan dan Harapan dari Publik

Kisah ini juga memunculkan desakan agar pemerintah mempercepat distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan, terutama ke daerah yang masih sulit dijangkau.

Relawan di lapangan menyebut kebutuhan paling darurat adalah makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, dan obat-obatan.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi warga terdampak banjir masih terus dilakukan.

Tim SAR gabungan serta relawan lokal berupaya membuka akses dan mengevakuasi korban yang masih terjebak.

Meski penuh keterbatasan, masyarakat setempat menunjukkan solidaritas tinggi.

Banyak warga menyumbangkan makanan dan barang kebutuhan dasar secara mandiri untuk membantu pengungsi.

Kisah viral tentang seorang ayah yang jalan kaki 4 hari 4 malam demi mencari keluarganya ini menjadi pengingat bahwa dalam bencana, cinta dan pengorbanan menjadi kekuatan terbesar bertahan hidup.

Semoga semua korban segera dipulihkan dan kondisi Aceh dapat kembali stabil. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#musibah #jalan kaki