JAKARTA – Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke wilayah terdampak banjir di Sumatera membawa pesan kepedulian dan penegasan bahwa masyarakat tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Dalam pernyataan yang disampaikan saat bertemu warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/11/2025).
Gibran meminta maaf sekaligus menegaskan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian penuh pada pemulihan pascabencana di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kedatangan Wapres menjadi momen penting bagi warga yang tengah berada di titik pengungsian.
Dengan nada empati, Wapres Gibran menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa ditinggalkan.
“Bapak Ibu tidak sendiri. Warga Sumatera tidak sendiri,” ucapnya berulang kali di hadapan para penyintas bencana.
Ucapan tersebut disambut haru dan menjadi penguat bagi warga yang kehilangan rumah, sekolah, bahkan anggota keluarga.
Keluhan Warga Masuk Buku Catatan Hitam Gibran
Dalam kunjungannya, Gibran membawa sebuah buku hitam kecil yang digunakannya untuk mencatat seluruh keluhan, kebutuhan, dan laporan kerusakan yang disampaikan warga.
Mulai dari rumah hanyut, akses jalan terputus, fasilitas sekolah rusak, hingga bantuan yang belum merata semuanya dicatat langsung oleh Wapres.
Banyak warga menyampaikan kebutuhan mendesak, terutama terkait rekonstruksi sekolah dan perbaikan tempat tinggal.
Sejumlah orang tua mengeluhkan anak-anak mereka tidak lagi memiliki ruang belajar karena bangunan sekolah hilang terbawa arus banjir bandang.
“Masalah sekolah dan rumah, nanti kami bantu ya Bapak Ibu,” kata Wapres Gibran, memastikan hal tersebut langsung masuk ke daftar prioritas penanganan pemerintah.
Amanat Presiden Prabowo untuk Percepatan Pemulihan
Dalam pertemuan tersebut, Gibran juga menyampaikan salam sekaligus pesan dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden disebut telah memberikan instruksi langsung kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan layanan publik di wilayah terdampak.
“Ini ada perintah langsung dari Bapak Presiden untuk mempercepat pembenahan akses jalan, jembatan, serta fasilitas umum seperti sekolah,” ujar Gibran kepada warga.
Pernyataan ini disambut syukur oleh masyarakat pengungsian.
Salah satu warga mengatakan bahwa kepastian ini membuat mereka merasa lebih tenang, karena banyak di antara mereka yang sudah berminggu-minggu kehilangan tempat tinggal dan akses pekerjaan.
Penyaluran Bantuan Dipercepat Lewat Darat dan Udara
Wapres Gibran memastikan bahwa pemerintah terus menggenjot penyaluran bantuan dan logistik.
Dua jalur digunakan sekaligus darat dan udara untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera terpenuhi meskipun akses jalan masih terputus di beberapa titik.
Bantuan yang disalurkan mencakup bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan sekolah, hingga material darurat untuk mendirikan hunian sementara.
Gibran menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan distribusi bantuan tidak mengalami hambatan birokrasi.
“Kita pastikan yang di pengungsian mendapat pelayanan yang baik,” ujarnya.
BPN Turun untuk Urusan Lahan dan Sertifikasi
Selain infrastruktur dan bantuan logistik, masalah lahan warga juga menjadi perhatian.
Banyak sertifikat tanah hanyut atau hilang akibat banjir bandang.
Gibran menegaskan bahwa Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah mendapat instruksi untuk segera menindaklanjuti masalah tersebut.
Ia memastikan bahwa warga tidak akan dibiarkan bingung terkait dokumen kepemilikan tanah yang hilang.
“Untuk BPN nanti akan segera diurus. Tunggu dulu ya, Bapak Ibu,” kata Gibran sebelum melanjutkan pendataan.
Empati yang Diharapkan Jadi Semangat Baru
Kunjungan Wapres Gibran bukan hanya soal formalitas pemerintahan.
Kehadirannya memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan curahan hati dan rasa kehilangan yang selama ini mereka pendam.
Banyak yang mengaku terharu karena pejabat tinggi negara datang langsung ke lokasi, mendengarkan, dan mencatat satu per satu masalah mereka.
Dengan buku catatan hitam di tangannya, Gibran memberikan simbol bahwa setiap keluhan memiliki nilai dan tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.
Pemerintah berjanji terus bergerak cepat, agar warga Sumatera dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.
Wapres Gibran datangi pengungsian Sumatera, mencatat keluhan warga dan pastikan percepatan pemulihan pascabencana. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah