Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masyarakat Gayo Lues Aceh Pertanyakan Keterlambatan Bantuan dan Pembatasan Bantuan Internasional

Gunawan Awan • Minggu, 7 Desember 2025 | 01:45 WIB
Krisis kian parah di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Hingga kini bantuan masih belum tersampaikan.
Krisis kian parah di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Hingga kini bantuan masih belum tersampaikan.

ACEH — Krisis kian parah di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Tokoh masyarakat setempat, Tgk Idris Arami, mempertanyakan keterlambatan dan pembatasan bantuan kemanusiaan internasional di tengah kondisi warga yang semakin terjepit.

“BBM kosong, stok makanan menipis, kami terkurung. Kenapa bantuan internasional dibatasi? Apa harus menunggu kami mati dulu?” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).

Hingga hari ini, sejumlah kawasan di Gayo Lues masih total terisolir akibat jembatan putus dan jalan yang hancur.

Idris menegaskan, dampak banjir bandang kini menimpa seluruh lapisan masyarakat, sementara akses logistik hampir terhenti.

Warga berharap pemerintah pusat dan dunia internasional segera membuka jalur bantuan tanpa hambatan demi menyelamatkan nyawa dan mempercepat pemulihan.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Sejak Sabtu (29/11/2025), pengiriman bantuan logistik dilakukan melalui jalur udara, terdiri dari helikopter dan pesawat jenis Cessna Caravan PK-SNG, untuk mendistribusikan bantuan logistik secara cepat ke Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa pengiriman melalui udara menjadi prioritas utama karena jalur darat menuju sejumlah wilayah terdampak masih tertutup material longsor dan belum dapat dilalui kendaraan.

Operasi distribusi logistik dilakukan secara gencar melalui berbagai sortie pada Sabtu untuk menembus isolasi geografis.

Bantuan dimulai dengan helikopter BNPB yang diberangkatkan dari Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

"Pada sortie pertama helikopter ini memuat bantuan dengan total seberat 588 kilogram," jelas Abdul Muhari melalui keterangan tertulis.

Bantuan tersebut mencakup 60 koli sembako dan 10 koli makanan siap saji. Total pengiriman logistik dengan helikopter direncanakan berlangsung sebanyak dua sortie.

Selain helikopter, pesawat Cessna Caravan PK-SNG milik BNPB diterbangkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah.

Pada sortie pertama, Abdul mengatakan pesawat Cessna Caravan membawa bantuan logistik dan peralatan teknis yang sangat vital untuk pemulihan, seperti 50 karton mi instan, lima karton eprokal, naraga, Genset, Starlink, serta bahan bakar minyak (BBM) untuk memperkuat sarana komunikasi dan penerangan di lokasi terdampak.

Pemerintah memastikan bahwa bantuan tidak hanya terfokus pada logistik umum, tetapi juga mencakup kebutuhan khusus untuk kelompok rentan.

Pada sortie kedua, baik untuk Bener Meriah maupun Aceh Tengah, dikirimkan bantuan esensial berupa beras, Family Food, serta paket hygiene kit sebanyak 10 dus. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bantuan #aceh #bencana