Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fakta Lahan Konsesi Milik Presiden Prabowo Subianto di Aceh, Serahkan Konsesi 90 Ribu Hektare Lahan untuk Konservasi Gajah Sumatera

Gunawan Awan • Selasa, 23 Desember 2025 | 18:29 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun Rumah Sakit canggih di setiap Kabaputan/Kota dalam jangka waktu empat tahun.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun Rumah Sakit canggih di setiap Kabaputan/Kota dalam jangka waktu empat tahun.

ACEH - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan keputusannya menyerahkan konsesi lahan seluas sekitar 90 ribu hektare di kawasan Takengon, Aceh, kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk mendukung upaya konservasi gajah Sumatra yang terancam punah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui sebuah tayangan video yang beredar di media sosial.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kelangsungan hidup gajah yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan penyempitan habitat.

Prabowo menceritakan bahwa dirinya pernah didatangi perwakilan WWF yang meminta sebagian lahan konsesi miliknya di Aceh untuk dijadikan kawasan perlindungan gajah. 

Dia menyebut sebelum terjun ke dunia politik, dirinya memiliki konsesi hutan tanaman industri (HTI) di Takengon dengan luas sekitar 98 ribu hektare.

“Suatu saat saya didatangi oleh kelompok pencinta atau konservasi alam, World Wildlife Fund (WWF). WWF ini salah satu pembinanya Raja Charles III. Mereka tahu bahwa saya sebelum masuk politik saya sebagai pengusaha. Saya punya konsesi HTI di Aceh cukup besar di Takengon, Aceh sebesar 98 ribu hektar,” ujar Prabowo dalam video yang dikutip Kilat.com dari akun @dekade08, Minggu (14/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, WWF awalnya meminta agar 10 ribu hektare lahan konsesi dialokasikan untuk kawasan konservasi gajah. Namun, Prabowo mengaku menolak permintaan tersebut dan justru menawarkan luasan yang lebih besar.

“Saya tolak. Saya tidak akan kasih 10.000 hektar. Saya akan kasih 20.000 hektar,” tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan, keputusan menyerahkan 20 ribu hektare lahan tersebut kemudian diketahui oleh Raja Charles III di Inggris. Menurutnya, Raja Charles III dikenal sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap perlindungan alam serta kelestarian flora dan fauna.

“Beliau lalu tulis surat ke saya. Duta Besar Inggris untuk Indonesia menyerahkan surat dari Raja Charles III di ruangan saya di Istana Merdeka. Intinya menyampaikan terima kasih atas dukungan saya atas perlindungan dan pelestarian gajah di Indonesia,” kata Prabowo.

Usai menerima surat tersebut, Prabowo mengaku mengambil keputusan untuk memperluas lahan konservasi yang diserahkan. “Saya sampaikan ke Duta Besar Inggris, memang dari konsesi yang saya kuasai, saya sudah serahkan 20 ribu hektar. Tapi karena surat dari Raja Charles ini, saya ambil keputusan sekarang, saya serahkan 90 ribu hektar untuk kawasan perlindungan dan konservasi gajah,” ujarnya.

Baca Juga: Hulu yang Dihabisi Diam-diam: PILHI Bongkar Hutan Lindung Gowa Gundul, Ancaman DAS Jeneberang Mengalir ke Makassar

Prabowo menegaskan bahwa langkah tersebut diambil karena kondisi gajah Sumatra yang masih berada dalam ancaman serius.

“Saya serahkan, karena gajah masih terancam. Mereka diburu untuk gadingnya walaupun sudah dilarang. Kemudian habitat mereka semakin terjepit. Kalau tidak salah di seluruh Sumatra bagian utara mungkin sekarang tinggal 700 gajah,” katanya.

Penyerahan konsesi lahan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan habitat alami gajah Sumatra sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda konservasi dan keberlanjutan lingkungan.

Gajah Sumatra sendiri merupakan satwa yang masuk dalam kategori terancam punah akibat konflik dengan manusia, perusakan hutan, dan perburuan ilegal.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung rehabilitasi habitat serta menekan laju penurunan populasi gajah di Sumatra, khususnya di wilayah Aceh yang selama ini menjadi salah satu kantong habitat penting bagi satwa dilindungi. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Konsesi lahan #Presiden Prabowo