Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Warga Aceh Tamiang Cerita Haru Kronologi Diselamatkan Personel TNI: Malaikat Kirim Pak Giman

Gunawan Awan • Jumat, 26 Desember 2025 | 23:05 WIB
Roji, warga Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, menceritakan terkait Sertu Giman Saputra. 
Roji, warga Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, menceritakan terkait Sertu Giman Saputra. 

ACEH – Roji, warga Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, tak henti-hentinya mengucap syukur.

Berkat pertolongan Sersan Satu (Sertu) Giman Saputra, anggota TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang, ia bersama empat anggota keluarganya berhasil selamat dari banjir bandang yang menerjang rumahnya.

“Pak Giman menyelamatkan kami pakai ban. Tim SAR kami panggil tidak datang. Kami tidak tahu lagi harus minta tolong ke siapa. Untung Pak Giman datang menyelamatkan kami. Kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana nasib kami,” ujar Roji saat ditemui di rumahnya, Jumat (19/12/2025).

Saat banjir terjadi pada 26–27 November lalu, rumah Roji terendam air setinggi lebih dari empat meter dan nyaris hanyut tersapu arus.

Dalam kondisi genting tersebut, Sertu Giman hadir dan menjadi harapan bagi Roji dan keluarganya.

“Alhamdulilah, itulah malaikat pak, kirim Pak Giman. Puji Tuhan ya. Terima kasih banyak, enggak sanggup kami balas kebaikan Pak Giman,” ucapnya.

Roji menceritakan, Giman datang tepat saat dirinya dan anak-anak sangat membutuhkan pertolongan.

Dengan peralatan seadanya, Giman mengevakuasi mereka keluar dari rumah yang telah terendam banjir.

Roji pun menunjukkan jendela yang digunakan sebagai jalur evakuasi.

“Dari sini kami keluar,” katanya sambil menunjuk jendela rumahnya. “Kami ditarik pakai ban dan tali. Pak Giman bolak-balik menolong kami,” sambungnya.

Sertu Giman sendiri mengaku bersyukur bisa membantu tetangganya dan menyelamatkan mereka dari bencana.

Baginya, kerusakan harta benda, termasuk rumah yang rusak akibat banjir, bukanlah hal utama.

“Perasaan saya satu, senang sekali melihat mereka selamat. Walaupun kondisi rumah rusak parah,” ujarnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Sertu Giman Saputra #aceh tamiang