JAKARTA - Huawei Pura 80 Ultra kembali jadi perbincangan setelah harganya turun signifikan di pasaran. Dalam review Huawei Pura 80 Ultra kali ini, perangkat flagship tersebut diuji setelah pemakaian selama satu bulan penuh untuk melihat apakah masih layak dibeli, terutama di awal tahun.
Huawei Pura 80 Ultra sempat dipandang sebelah mata karena absennya Google Mobile Services (GMS). Namun pengalaman penggunaan terbaru menunjukkan bahwa Huawei Pura 80 Ultra kini jauh lebih nyaman dipakai sehari-hari dibanding generasi sebelumnya.
Secara harga, Huawei Pura 80 Ultra kini dibanderol mulai Rp20.999.000 di toko resmi. Bahkan di marketplace, unit barunya sudah banyak dijual di kisaran Rp18 jutaan, sementara unit second berkisar Rp15–16 jutaan. Penurunan harga ini membuat flagship kamera tersebut terasa jauh lebih “seksi” dibanding saat awal rilis.
Desain Premium dan Handling Unik
Dari sisi desain, Huawei Pura 80 Ultra tampil sangat berkarakter. Modul kameranya besar dan mendominasi hampir tiga perempat lebar bodi belakang. Frame aluminium dan bodi kaca membuatnya terasa premium.
Menariknya, desain modul kamera diagonal justru memberi keuntungan ergonomi. Jari telunjuk bisa bertumpu di sisi frame kamera sehingga grip terasa lebih mantap. Layar 6,8 inci LTPO OLED 1.5K 120 Hz dengan desain quad curve juga tampil tajam, bright, dan vivid layaknya flagship kelas atas.
Perlindungan sudah menggunakan Kunlun Glass generasi kedua. Speaker stereo yang diusung juga mampu menghasilkan suara lantang dengan bass yang cukup terasa untuk kebutuhan hiburan.
Performa Kirin 9020 dan EMUI
Di sektor dapur pacu, Huawei Pura 80 Ultra ditenagai Kirin 9020 dengan RAM 16 GB dan storage 512 GB. Sistem operasi yang digunakan masih berbasis Android 12 melalui EMUI.
Untuk gaming, Genshin Impact di setting high 60 FPS masih bisa berjalan di kisaran 50–60 FPS. Frame drop hanya sesekali turun ke 45–50 FPS saat momen berat seperti battle. Memang belum sekencang flagship Android lain, tetapi performanya tetap tergolong mumpuni.
Baterai 5.170 mAh mampu bertahan satu hari lebih dengan screen on time sekitar 6–7 jam. Pengisian daya 100W mampu mengisi 0–100 persen dalam sekitar 50 menit. Bahkan tersedia wireless charging 80W yang jarang ditemukan di kompetitor.
Tanpa Google Services, Masih Ribet?
Absennya GMS masih jadi perhatian utama. Namun kini AppGallery sudah jauh lebih lengkap. Aplikasi seperti Google Drive, Gmail, YouTube, hingga aplikasi perbankan bisa berjalan lancar.
Untuk aplikasi yang belum tersedia seperti Netflix atau beberapa game, pengguna bisa memanfaatkan Gbox sebagai perantara. Huawei juga mengklaim AppGallery memiliki empat lapisan sistem keamanan untuk menjaga data pengguna.
Dalam penggunaan satu bulan, berbagai aplikasi media sosial, YouTube, hingga mobile banking berjalan tanpa kendala berarti. Adaptasi tetap diperlukan, tetapi pengalaman keseluruhan dinilai jauh lebih stabil dibanding masa awal sanksi.
Kamera Sensor 1 Inch, Raja DXOMark
Sektor kamera menjadi daya tarik utama. Huawei Pura 80 Ultra membawa kamera utama 50 MP dengan sensor 1 inch dan variable aperture. Kamera ultrawide 40 MP serta periscope 50 MP dengan teknologi switchable periscope lens yang mendukung zoom optik hingga 10x.
Kombinasi ini membuatnya dikenal sebagai salah satu raja kamera versi DXOMark. Hasil foto konsisten di semua lensa, baik dari sisi warna, HDR, exposure, maupun highlight.
Teknologi Ultra Chroma Camera membantu menghasilkan warna lebih akurat, terutama untuk foto manusia dan objek tanaman. Di kondisi low light, sensor besar mampu meredam noise tanpa membuat foto terlalu diproses.
Perekaman video juga mendukung hingga 4K 60 fps di semua lensa, termasuk kamera depan 13 MP. Stabilisasi tergolong baik dan bisa berpindah antar lensa saat merekam.
Meski begitu, ada sedikit catatan di edge detection mode portrait yang kadang masih hit and miss di beberapa kondisi tertentu.
Kesimpulan: Masih Layak Dibeli?
Dengan harga yang kini lebih terjangkau, Huawei Pura 80 Ultra menjadi opsi menarik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera terbaik. Dari sisi layar, baterai, charging, hingga fitur seperti NFC dan IP rating, semuanya terasa lengkap.
Kekurangan utamanya tetap pada ekosistem Google yang tidak sepenuhnya native serta absennya fitur seperti Quick Share. Namun untuk pengguna yang siap beradaptasi, pengalaman satu bulan membuktikan bahwa perangkat ini tetap nyaman dipakai harian.
Bagi yang bosan dengan flagship mainstream dan mengutamakan fotografi kelas atas, Huawei Pura 80 Ultra layak masuk daftar pertimbangan.
Editor : Novica Satya Nadianti