Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tak Bisa Ambil Antrean Online Tanpa Skrining BPJS Kesehatan, Ini Cara Isi Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:00 WIB
Tak Bisa Ambil Antrean Online Tanpa Skrining BPJS Kesehatan, Ini Cara Isi Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN
Tak Bisa Ambil Antrean Online Tanpa Skrining BPJS Kesehatan, Ini Cara Isi Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN

TRENGGALEK NJENGGELEK – Peserta BPJS Kesehatan kini tak bisa lagi sembarangan mengambil antrean online untuk berobat. Mulai diberlakukan secara wajib, setiap peserta harus lebih dulu mengisi skrining BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN sebelum bisa mendaftar layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit rujukan.

Kebijakan ini masih belum dipahami sepenuhnya oleh banyak peserta. Tak sedikit yang kaget ketika hendak mengambil nomor antrean, namun muncul notifikasi bahwa peserta belum mengisi skrining riwayat kesehatan. Tanpa skrining tersebut, sistem otomatis menolak pendaftaran antrean online.

Melalui sebuah video tutorial yang beredar di YouTube, dijelaskan secara rinci langkah-langkah mengisi skrining BPJS Kesehatan di aplikasi Mobile JKN. Video tersebut menegaskan bahwa skrining ini bersifat wajib, namun tidak perlu dilakukan setiap kali berobat.

Skrining BPJS Kesehatan Cukup Setahun Sekali

Dalam penjelasannya, kreator video menyebutkan bahwa skrining riwayat kesehatan BPJS hanya perlu diisi satu kali dalam setahun. Tujuannya bukan untuk mempersulit peserta, melainkan untuk merekam riwayat kesehatan agar dokter dapat memberikan penanganan yang lebih tepat.

Data skrining akan menjadi gambaran awal kondisi kesehatan peserta, termasuk risiko penyakit tertentu. Dengan begitu, dokter dapat menyesuaikan terapi, obat, maupun tindakan medis berdasarkan informasi yang telah diisi peserta sebelumnya.

Cara Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan di Mobile JKN

Untuk mengisi skrining BPJS Kesehatan, peserta perlu membuka aplikasi Mobile JKN di ponsel masing-masing. Setelah masuk, pilih menu “Lainnya”, lalu klik opsi “Skrining Riwayat Kesehatan”.

Bagi peserta yang terdaftar sebagai satu keluarga dalam satu akun, sistem akan menampilkan daftar anggota keluarga. Peserta cukup memilih siapa yang akan melakukan skrining, sesuai dengan anggota keluarga yang akan berobat.

Setelah memilih nama, peserta diminta menyetujui persetujuan awal, lalu memeriksa data identitas. Beberapa kolom berwarna putih wajib diisi atau diperbarui, seperti berat badan dan tinggi badan, terutama jika mengalami perubahan.

Delapan Kategori Pertanyaan Kesehatan

Tahap selanjutnya adalah menjawab delapan kelompok pertanyaan skrining kesehatan. Pertanyaannya tergolong sederhana dan hanya membutuhkan jawaban “Ya” atau “Tidak”.

Beberapa kategori skrining meliputi hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, diabetes melitus, hingga kanker payudara dan kanker serviks. Ada pula pertanyaan terkait riwayat kesehatan reproduksi, khususnya bagi peserta yang telah menikah.

Peserta diimbau menjawab seluruh pertanyaan secara jujur dan apa adanya. Skrining ini tidak bersifat penilaian benar atau salah, melainkan sebagai dasar dokter dalam menentukan tindakan medis yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

Konfirmasi dan Hasil Skrining

Setelah seluruh pertanyaan dijawab, peserta akan diminta melakukan konfirmasi penyimpanan hasil skrining. Jika disetujui, sistem akan menampilkan hasil pelaksanaan skrining riwayat kesehatan, lengkap dengan ringkasan kondisi peserta.

Pada tahap ini, skrining BPJS Kesehatan dianggap selesai. Peserta pun sudah bisa kembali ke menu utama dan melakukan pendaftaran antrean online seperti biasa tanpa kendala.

Bisa Diisi Saat Sehat, Tak Harus Saat Sakit

Menariknya, skrining riwayat kesehatan ini tidak harus diisi saat peserta sedang sakit atau hendak berobat. Justru, skrining dapat dilakukan sejak dini ketika kondisi tubuh masih sehat.

Dengan mengisi skrining lebih awal, peserta tak perlu repot saat kondisi darurat atau ketika membutuhkan layanan medis secara mendadak. Antrean online bisa langsung diambil tanpa terhambat notifikasi skrining.

BPJS Kesehatan berharap kebijakan skrining ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional, sekaligus membantu tenaga medis memberikan diagnosis dan perawatan yang lebih akurat.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Mobile JKN #antrean online bpjs kesehatan #riwayat kesehatan #Skrining bpjs kesehatan #aplikasi BPJS