Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tak Perlu Tunggu Sakit, Skrining BPJS Kesehatan Bisa Deteksi 14 Penyakit Berbahaya Sejak Dini, Ini Cara dan Manfaatnya

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:45 WIB
Tak Perlu Tunggu Sakit, Skrining BPJS Kesehatan Bisa Deteksi 14 Penyakit Berbahaya Sejak Dini, Ini Cara dan Manfaatnya
Tak Perlu Tunggu Sakit, Skrining BPJS Kesehatan Bisa Deteksi 14 Penyakit Berbahaya Sejak Dini, Ini Cara dan Manfaatnya

TRENGGALEK NJENGGELEK-Selama ini, masih banyak masyarakat yang mengira BPJS Kesehatan hanya bisa dimanfaatkan saat seseorang jatuh sakit. Padahal, dalam kondisi sehat pun peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat menggunakan layanan preventif, salah satunya melalui skrining BPJS Kesehatan yang dapat dilakukan secara rutin setiap tahun.

Skrining BPJS Kesehatan merupakan upaya deteksi dini terhadap risiko penyakit pada individu yang tampak sehat. Program ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 yang memperluas layanan skrining kesehatan dalam program JKN untuk mendeteksi 14 jenis penyakit sejak dini.

Di era modern, pola hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan tinggi gula dan lemak serta kurang aktivitas fisik membuat penyakit kronis semakin banyak menyerang usia muda. Ironisnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika kondisi sudah parah dan menimbulkan komplikasi serius.

Landasan Aturan Skrining Kesehatan JKN

Melalui Perpres Nomor 59 Tahun 2024, pemerintah menegaskan pentingnya skrining kesehatan sebagai langkah preventif nasional. Tujuan utama skrining BPJS Kesehatan adalah meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pencegahan, pengendalian risiko, dan penanganan penyakit sedini mungkin.

Dengan skrining rutin, tenaga medis dapat mengetahui potensi risiko kesehatan peserta lebih awal, sehingga intervensi medis maupun perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih berat.

14 Penyakit yang Bisa Dideteksi Skrining BPJS Kesehatan

Dalam skrining riwayat kesehatan JKN, terdapat 14 jenis penyakit yang menjadi fokus deteksi dini. Penyakit tersebut meliputi diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung iskemik, stroke, kanker leher rahim, kanker payudara, anemia pada remaja putri, tuberkulosis (TBC), hepatitis B dan C, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), talasemia, kanker usus besar, serta kanker paru.

Skrining ini sangat penting karena sebagian besar penyakit tersebut berkembang secara perlahan tanpa gejala awal yang jelas. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan.

Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan Secara Mandiri

Skrining BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN. Peserta cukup mengunduh dan memasang aplikasi tersebut, kemudian masuk menggunakan akun JKN masing-masing.

Setelah itu, pilih menu Skrining Riwayat Kesehatan dan isi kuesioner yang tersedia dengan jujur. Pertanyaan yang diajukan bersifat pilihan ganda dan sederhana, mencakup data berat dan tinggi badan, riwayat keluarga, serta kebiasaan yang berkaitan dengan risiko penyakit tertentu.

Setelah seluruh pertanyaan dijawab, hasil skrining akan langsung muncul disertai rekomendasi tindak lanjut sesuai kondisi peserta.

Bisa Dilakukan di FKTP, Online maupun Offline

Selain melalui aplikasi, skrining riwayat kesehatan juga dapat dilakukan secara langsung di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar, seperti puskesmas, klinik pratama, dokter praktik perorangan, hingga rumah sakit tipe D.

Peserta cukup menyampaikan keinginan untuk melakukan skrining kesehatan, lalu mengikuti prosedur pemeriksaan yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Hasil skrining dapat dikonsultasikan langsung agar peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi kesehatannya.

Hasil Skrining dan Tindak Lanjut

Hasil skrining BPJS Kesehatan akan menunjukkan dua kategori, yakni berisiko atau tidak berisiko. Jika peserta terdeteksi memiliki risiko penyakit tertentu, akan diberikan anjuran untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di FKTP atau menerapkan perubahan gaya hidup sehat.

BPJS Kesehatan juga mendorong peserta untuk rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, naik turun tangga, atau peregangan sederhana di sela aktivitas kerja.

Setahun Sekali untuk Hidup Lebih Berkualitas

Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun dan berlaku untuk seluruh peserta JKN, baik yang sedang sehat maupun memiliki keluhan kesehatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit.

Dengan memanfaatkan skrining BPJS Kesehatan secara rutin, peserta dapat mengenali risiko penyakit lebih awal dan mengambil langkah tepat demi hidup yang lebih sehat dan berkualitas.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Mobile JKN #bpjs kesehatan #Skrining bpjs kesehatan #Deteksi Dini Penyakit #jaminan kesehatan nasional