TRENGGALEK NJENGGELEK – Peserta BPJS Kesehatan kini wajib memahami satu tahapan penting sebelum mengambil antrean online untuk berobat. Tahapan tersebut adalah screening kesehatan Mobile JKN, sebuah fitur yang harus diisi terlebih dahulu sebelum pengguna bisa melanjutkan pendaftaran antrean di fasilitas kesehatan.
Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS yang belum mengisi screening kesehatan Mobile JKN akan otomatis mendapatkan notifikasi peringatan. Pesan tersebut menyebutkan bahwa peserta belum melengkapi screening riwayat kesehatan, sehingga proses pengambilan antrean online tidak dapat dilanjutkan.
Kebijakan ini diterapkan bukan tanpa alasan. Screening kesehatan Mobile JKN bertujuan untuk merekam data kesehatan peserta secara digital agar dokter memiliki gambaran awal kondisi pasien. Dengan begitu, proses pemeriksaan hingga pemberian tindakan medis dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Screening Kesehatan Mobile JKN Hanya Setahun Sekali
Hal penting yang perlu diketahui peserta BPJS, screening riwayat kesehatan ini tidak perlu dilakukan setiap kali berobat. Pengisian cukup dilakukan satu kali dalam setahun. Artinya, peserta bisa mengisinya kapan saja, bahkan saat sedang dalam kondisi sehat.
Dengan melakukan screening sejak dini, peserta tidak perlu repot saat kondisi darurat atau mendadak sakit. Cukup membuka aplikasi Mobile JKN dan langsung mengambil antrean online tanpa harus mengisi data ulang.
Langkah Awal Mengakses Screening Riwayat Kesehatan
Untuk memulai, peserta cukup membuka aplikasi Mobile JKN lalu memilih menu “Lainnya”. Setelah itu, klik opsi “Screening Riwayat Kesehatan”. Pengguna kemudian diminta memilih nomor kartu BPJS yang akan menjalani pemeriksaan.
Bagi peserta yang terdaftar sebagai satu keluarga, fitur ini memungkinkan pemilihan anggota keluarga seperti anak, suami, atau istri. Pastikan memilih nomor kartu yang sesuai dengan orang yang akan berobat.
Isi Data Dasar dengan Benar dan Jujur
Setelah memilih nomor kartu, peserta akan diminta menyetujui pernyataan awal. Selanjutnya, sistem menampilkan data dasar seperti berat badan dan tinggi badan. Kolom berwarna putih dapat diperbarui jika terjadi perubahan, sementara kolom abu-abu tidak dapat diedit.
Keakuratan data ini sangat penting karena menjadi bagian dari pertimbangan medis tenaga kesehatan. Oleh karena itu, peserta disarankan mengisi data sesuai kondisi terkini.
Delapan Kategori Pertanyaan Kesehatan
Tahapan berikutnya adalah menjawab serangkaian pertanyaan screening yang terdiri dari delapan kategori. Pertanyaan disajikan sederhana dengan pilihan jawaban “Ya” atau “Tidak”, namun harus dijawab secara jujur.
Kategori screening meliputi:
Hipertensi, stroke, dan penyakit jantung iskemik
Diabetes melitus
Penyakit kanker payudara
Kanker serviks
Riwayat kesehatan lainnya yang berkaitan dengan faktor risiko penyakit serius
Setiap kategori harus diisi hingga tuntas sebelum bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Konfirmasi dan Simpan Hasil Screening
Setelah semua pertanyaan dijawab, peserta akan diminta melakukan konfirmasi penyimpanan hasil screening. Jika disetujui, sistem akan menampilkan hasil screening kesehatan secara ringkas.
Pada tahap inilah screening kesehatan Mobile JKN dinyatakan selesai. Peserta pun sudah memenuhi syarat untuk mengambil antrean online di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rujukan.
Manfaat Jangka Panjang Bagi Peserta BPJS
Keberadaan fitur screening ini tidak hanya mempermudah antrean, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dokter dapat membaca hasil screening sebagai data awal sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan.
BPJS Kesehatan juga mengimbau peserta untuk membagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya screening riwayat kesehatan.
Dengan melakukan screening lebih awal, peserta BPJS dapat menghindari kendala teknis saat membutuhkan layanan medis mendesak. Proses berobat pun menjadi lebih cepat, efisien, dan nyaman.
Editor : Findika Pratama