TRENGGALEK NJENGGELEK -Isu gaji pensiunan PNS 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan keluarga. Banyak pensiunan berharap adanya tambahan penghasilan di awal tahun, apalagi beredar klaim gaji pensiun akan naik hingga 10 persen disertai rapelan. Namun, PT Taspen (Persero) akhirnya memberikan penegasan resmi untuk meluruskan kabar tersebut.
Sejak awal 2026, informasi soal gaji pensiunan PNS 2026 memang kerap muncul di berbagai kanal YouTube dan unggahan Facebook. Narasi yang beredar menyebutkan pemerintah telah menyiapkan kenaikan gaji pensiun, bahkan ada yang menyatakan dana rapelan akan segera cair. Klaim tersebut memicu euforia sekaligus kebingungan di kalangan pensiunan.
Menanggapi hal itu, Taspen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi pemerintah terkait kenaikan gaji pensiunan PNS 2026. Informasi yang beredar luas dinyatakan tidak memiliki dasar hukum dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Klarifikasi Tegas dari Taspen
Taspen menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan klarifikasi resmi sejak tahun 2025 untuk merespons maraknya isu kenaikan gaji pensiun. Dalam pernyataan tersebut, Taspen menyebutkan belum ada perintah ataupun regulasi dari pemerintah pusat yang mengatur penyesuaian gaji pensiunan pada 2026.
Taspen menekankan posisinya hanya sebagai pengelola dan penyalur dana pensiun. Seluruh kebijakan mengenai besaran gaji pokok pensiunan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Tanpa adanya regulasi baru, Taspen tidak memiliki kewenangan untuk menaikkan gaji pensiun, meskipun hanya Rp1.
“Kami hanya menjalankan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jika belum ada keputusan resmi, maka pembayaran tetap mengacu pada regulasi yang berlaku,” tegas Taspen dalam klarifikasinya.
Gaji Pensiunan Masih Mengacu Aturan Lama
Hingga awal 2026, pembayaran gaji pensiunan PNS masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2024. Aturan ini menjadi dasar hukum penetapan besaran gaji pokok pensiunan PNS, termasuk pensiunan janda dan duda.
Artinya, nominal gaji yang diterima pensiunan saat ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Belum ada revisi, penyesuaian, maupun tambahan gaji pokok yang diundangkan untuk tahun 2026. Pemerintah juga belum mengetok palu terkait kebijakan kenaikan pensiun.
Taspen memastikan seluruh pembayaran yang masuk ke rekening pensiunan bersumber dari regulasi tersebut. Selama belum ada aturan baru, maka besaran gaji akan tetap sama.
THR dan Gaji ke-13 Tetap Ada
Meski gaji pensiunan PNS 2026 belum mengalami kenaikan, pemerintah menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan pensiunan melalui skema lain. Salah satunya adalah pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan April–Mei? Isu Viral Tunggu Evaluasi Fiskal, TASPEN Tegaskan Pensiun dan Rapelan Belum Naik
Taspen menyebut pensiunan tetap berhak menerima THR dan gaji ke-13 sesuai jadwal yang nantinya ditetapkan pemerintah. Biasanya, THR cair menjelang Hari Raya Idul Fitri, sementara gaji ke-13 diberikan menjelang tahun ajaran baru.
Kebijakan ini dinilai menjadi bentuk perhatian negara kepada pensiunan meski kenaikan gaji bulanan belum direalisasikan.
Isu Kenaikan 10 Persen dan Rapelan Dibantah
Selain isu kenaikan gaji, beredar pula klaim pensiunan akan menerima kenaikan 10 persen disertai rapelan gaji. Taspen memastikan informasi tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar regulasi.
Taspen menilai spekulasi semacam ini berbahaya karena menciptakan ekspektasi berlebihan di kalangan pensiunan. Ketika harapan tidak terwujud, kekecewaan justru semakin besar.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada pesan berantai atau unggahan yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah maupun Taspen.
Waspada Penipuan Berkedok Rapelan
Taspen juga mengingatkan adanya potensi penipuan yang memanfaatkan isu gaji pensiunan PNS 2026. Modus yang sering terjadi adalah penelepon yang mengaku petugas Taspen dan meminta data pribadi atau biaya administrasi untuk pencairan rapelan.
Taspen menegaskan tidak pernah meminta uang, data perbankan, maupun kode OTP kepada penerima pensiun. Jika menerima telepon mencurigakan, pensiunan diminta segera menutup sambungan.
Jangan Lupa Otentikasi
Agar pencairan dana pensiun tetap lancar, Taspen mengingatkan pentingnya proses otentikasi rutin melalui aplikasi Taspen Otentik. Keterlambatan atau kegagalan otentikasi dapat menyebabkan dana pensiun terblokir sementara.
Taspen mengimbau pensiunan selalu mengecek jadwal otentikasi dan memastikan proses tersebut dilakukan tepat waktu.
Rujuk Informasi Resmi
Sebagai penutup, Taspen meminta pensiunan hanya merujuk pada sumber resmi seperti website taspen.co.id, akun media sosial Taspen terverifikasi, atau call center resmi. Langkah ini penting untuk menghindari hoaks dan informasi menyesatkan terkait kebijakan pensiun.
Editor : Ichaa Melinda Putri