Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Saham DADA Kembali Digoreng, Investor Diingatkan Segera Keluar sebelum Harga Dibanting Lagi!

Adinda Putri Sefiana • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:05 WIB

Ilustrasi pergerakan saham DADA yang kembali digoreng, ditandai lonjakan harga tajam sebelum dibanting, memicu peringatan bagi investor untuk segera keluar.
Ilustrasi pergerakan saham DADA yang kembali digoreng, ditandai lonjakan harga tajam sebelum dibanting, memicu peringatan bagi investor untuk segera keluar.

JAKARTA - Peringatan keras kembali disampaikan kepada investor ritel yang masih bertahan di saham DADA. Dalam sebuah video yang ramai diperbincangkan di YouTube, seorang pengamat pasar menyoroti pola pergerakan saham DADA yang dinilai sarat praktik gorengan dan berpotensi membahayakan kondisi keuangan hingga mental investor.

Sejak awal video, pembicara secara tegas meminta para pemegang saham DADA untuk segera keluar selagi masih ada kesempatan.

Baca Juga: Viral Rapel Pensiunan 2025 Disebut Siap Cair hingga Rp28 Juta, TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Ia menilai terlalu lama menahan saham dengan pola pergerakan ekstrem justru berisiko menimbulkan tekanan psikologis akibat fluktuasi harga yang tidak wajar.

Menurutnya, grafik saham DADA menunjukkan pola klasik saham gorengan. Harga bergerak ekstrem tanpa fundamental kuat, naik tajam dalam waktu singkat, lalu dibanting dengan cepat hingga menyisakan kerugian besar bagi investor yang terlambat keluar.

Pola Harga Saham DADA Dinilai Tidak Sehat

Dalam penjelasannya, ia mengajak penonton mencermati grafik historis saham DADA. Harga saham tersebut disebut pernah berada di level sangat rendah, sekitar Rp7 per saham.

Namun dalam waktu tertentu, harga melonjak drastis hingga mencapai kisaran Rp240.

Lonjakan tajam tersebut, kata dia, bukan cerminan kinerja perusahaan yang solid, melainkan akibat dorongan spekulasi dan permainan bandar.

Baca Juga: Liburan Romantis Awal 2026, Channing Tatum dan Inca Williams Tertangkap Kamera Mesra di Pantai Kosta Rika, Cinta Baru Makin Serius?

Setelah mencapai puncaknya, harga saham DADA kemudian dibanting hingga turun ke kisaran Rp50 dan cenderung stagnan dalam waktu cukup lama.

“Kenaikan seperti ini bukan karena fundamental, tapi digoreng. Setelah itu dibanting, lalu dibiarkan diam,” ujarnya dalam video tersebut.

Saham DADA Mulai Digoreng Lagi?

Yang menjadi perhatian saat ini, lanjutnya, adalah munculnya kembali pergerakan harga saham DADA yang mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa saham tersebut kembali masuk fase gorengan berikutnya.

Ia mengingatkan investor untuk tidak terjebak euforia sesaat. Kenaikan harga yang terjadi berulang kali tanpa didukung kinerja keuangan perusahaan justru berpotensi menjadi jebakan bagi investor ritel.

“Sampai kapan mau main gorengan seperti ini?” katanya dengan nada retoris.

Risiko Psikologis Investor Saham Gorengan

Selain risiko kerugian finansial, pembicara juga menyinggung dampak psikologis yang bisa dialami investor.

Terlalu sering memantau grafik saham yang bergerak liar disebut bisa memicu stres hingga gangguan mental.

Ia menggambarkan kondisi investor yang terus “melototi chart” dengan angka yang naik turun drastis.

Baca Juga: Peluang Kenaikan Gaji PNS dan Pensiunan 2026 Ramai Dibahas, TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Situasi tersebut dinilai tidak sehat, apalagi jika saham yang dipegang tidak memiliki fundamental yang jelas.

“Daripada nanti kena penyakit mental karena lihat grafik terus, mending keluar sekarang,” ujarnya disertai candaan.

Ajakan Keluar Selagi Bisa

Pesan utama dari video tersebut adalah ajakan untuk segera keluar dari saham DADA selagi masih ada peluang.

Menurutnya, semakin cepat investor mengambil keputusan keluar, semakin kecil potensi kerugian yang harus ditanggung.

Ia menekankan bahwa tidak semua saham layak untuk ditahan jangka panjang. Saham dengan volatilitas ekstrem dan minim transparansi sebaiknya dihindari, terutama oleh investor pemula.

Dalam konteks pasar modal Indonesia, fenomena saham gorengan bukanlah hal baru.

Baca Juga: Isu Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Menguat, Benarkah Bisa Lebih Tinggi dari ASN Aktif? Ini Penegasan Resmi TASPEN

Namun, kasus saham DADA kembali menjadi sorotan karena pola pergerakannya dinilai berulang dan berpotensi menjerat investor yang kurang disiplin.

Pentingnya Disiplin dan Manajemen Risiko

Di akhir penjelasan, pembicara mengingatkan pentingnya disiplin dalam berinvestasi. Investor diminta memiliki batasan jelas kapan harus masuk dan kapan harus keluar dari suatu saham.

Tanpa strategi manajemen risiko yang baik, investor berisiko terjebak dalam permainan bandar.

Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Ramai Disebut Tinggal Tunggu Waktu, TASPEN Tegaskan Fakta Sebenarnya Soal Pensiunan

Ia menyarankan agar investor lebih fokus pada saham dengan fundamental kuat dan prospek bisnis yang jelas, ketimbang mengejar keuntungan cepat dari saham gorengan.

Fenomena saham DADA ini menjadi pengingat bahwa pasar saham tidak hanya soal potensi cuan, tetapi juga soal kesiapan mental dan kedisiplinan dalam mengambil keputusan.

Bagi investor ritel, kehati-hatian menjadi kunci agar tidak terjebak dalam pola permainan yang merugikan. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#grafik saham #investor ritel #saham gorengan #saham DADA #risiko investasi