BLITAR - Informasi mengenai pencairan BPNT tahap 4 kembali menjadi sorotan publik. Hingga awal Januari 2026, masih banyak keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengaku belum menerima bantuan sosial alokasi tahap keempat yang seharusnya mencakup periode Oktober, November, dan Desember 2025.
Melalui pembaruan yang disampaikan kanal YouTube Cek Bansos pada Selasa (7/1/2026), dijelaskan bahwa BPNT tahap 4 memang belum tersalurkan secara merata. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan KPM terkait kepastian pencairan, terutama setelah muncul tangkapan layar saldo masuk sebesar Rp600.000 di media sosial.
Namun, hasil penelusuran terbaru menyebutkan bahwa pencairan tersebut belum terjadi secara nasional dan masih bersifat terbatas.
Update Pencairan BPNT Tahap 4 per Januari 2026
Berdasarkan laporan dari berbagai daerah, hingga 7 Januari 2026 belum ditemukan pencairan BPNT tahap 4 secara menyeluruh di seluruh bank penyalur. Bank-bank yang dimaksud meliputi BNI, BRI, Mandiri, maupun BSI.
Meski beredar beberapa bukti transaksi yang menunjukkan saldo masuk di Kartu KKS Bank BNI, jumlahnya masih sangat terbatas dan tidak mewakili kondisi mayoritas KPM. Banyak penerima manfaat yang setelah melakukan pengecekan saldo, mendapati rekening masih kosong.
Hal ini menunjukkan bahwa proses penyaluran BPNT susulan tahap keempat masih belum berjalan secara serentak.
Status Transaksi KPM Masih Beragam
Keterlambatan pencairan BPNT tahap 4 dipengaruhi oleh perbedaan status transaksi di sistem SISNG. Berdasarkan hasil pengecekan, status KPM saat ini terbagi dalam beberapa kategori, seperti berhasil cek rekening, SI (standing instruction), hingga eksklusi.
Mayoritas KPM yang belum menerima bantuan masih berada pada status berhasil cek rekening. Sementara itu, sebagian KPM, khususnya kategori lansia, mulai menunjukkan perkembangan dengan status SI, yang menandakan sistem masih memproses penyaluran bantuan.
Selama status kepesertaan masih aktif dan tidak tereksklusi, peluang pencairan BPNT tahap keempat masih terbuka.
KPM Diminta Tidak Bolak-balik Cek ATM
Seiring belum adanya pencairan massal, KPM diimbau untuk tidak terlalu sering melakukan pengecekan saldo di ATM atau agen bank. Hal ini dinilai kurang efektif dan berpotensi menimbulkan kelelahan serta biaya tambahan.
Bagi KPM yang memiliki layanan mobile banking, pemantauan saldo disarankan dilakukan melalui ponsel untuk mengetahui perkembangan pencairan BPNT tahap 4 secara lebih praktis.
Anggaran Bansos 2026 Telah Disiapkan
Selain update pencairan tahap keempat, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran perlindungan sosial untuk tahun 2026. Melalui Kementerian Sosial RI, anggaran bansos 2026 dirancang mencapai Rp508 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk seluruh program bantuan sosial, termasuk PKH, BPNT, PIP, dan KIS PBI JKN. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan sosial reguler akan tetap berlanjut di tahun 2026.
Aturan Baru Bansos Berlaku Bertahap Mulai 2026
Mulai tahun 2026, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan pembatasan masa kepesertaan bansos maksimal lima tahun untuk program PKH dan BPNT. Kebijakan ini tidak diberlakukan secara langsung, melainkan bertahap.
KPM yang dinilai sudah tidak layak akan digantikan oleh penerima baru yang belum pernah menerima bantuan sosial sebelumnya, guna meningkatkan pemerataan dan keadilan sosial.
Jadwal Penyaluran Bansos 2026
Untuk tahun 2026, penyaluran bansos akan dibagi dalam empat tahap, yakni:
- Tahap 1: Januari–Maret
- Tahap 2: April–Juni
- Tahap 3: Juli–September
- Tahap 4: Oktober–Desember
Nominal bantuan PKH dan BPNT pada 2026 direncanakan tetap sama dengan tahun 2025. Pemerintah juga mewacanakan tambahan bantuan PIP bagi jenjang TK atau PAUD, meski masih menunggu pengumuman resmi.
Editor : Axsha Zazhika