BLITAR - Perubahan status cek bansos tidak secara mendadak di awal tahun 2026 membuat banyak keluarga penerima manfaat (KPM) panik. Saat membuka aplikasi Cek Bansos, sejumlah penerima PKH, BPNT, PBI JKN hingga bantuan atensi yatim piatu mendapati kolom bantuan berubah menjadi “tidak”, padahal sebelumnya aktif.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan KPM. Banyak yang mengira bantuan sosial mereka dihentikan atau tidak akan cair lagi pada 2026. Isu tersebut pun viral di media sosial dan grup percakapan warga, terutama di kalangan penerima bansos.
Namun, berdasarkan penjelasan yang disampaikan kanal YouTube Cek Bansos, perubahan status cek bansos tidak tersebut bukan berarti bantuan sosial dihapus. Perubahan ini berkaitan dengan proses administrasi dan transisi data anggaran di awal tahun.
Penyebab Status Cek Bansos Tidak di Awal Tahun
Pihak Kementerian Sosial RI melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) menjelaskan bahwa setiap akhir tahun anggaran, pemerintah melakukan penutupan buku anggaran. Pada 31 Desember 2025, penyaluran bantuan sosial tahun 2025 resmi ditutup.
Memasuki Januari 2026, pemerintah membuka kembali data anggaran baru untuk seluruh program bantuan sosial. Dalam masa transisi ini, sistem sedang memproses Surat Keputusan (SK) penetapan penerima bansos tahun berjalan. Akibatnya, status bantuan di aplikasi Cek Bansos sementara dinonaktifkan dan muncul keterangan “tidak”.
Kemensos menegaskan, status tersebut bersifat sementara dan akan diperbarui otomatis setelah proses sinkronisasi data selesai.
Tidak Berarti Bansos Dihapus
Banyak KPM bertanya apakah status cek bansos tidak menandakan bantuan mereka hangus atau dicabut. Jawabannya tegas: tidak. Perubahan status ini bukan penghapusan bantuan sosial.
Jika data penerima masih memenuhi syarat dan ditetapkan kembali sebagai KPM 2026, maka jenis bantuan seperti PKH dan BPNT akan kembali muncul di aplikasi. Proses ini bergantung pada hasil pemutakhiran data dan penilaian kelayakan penerima.
Peran Desil dalam Penetapan Penerima 2026
Penetapan penerima bansos 2026 sangat bergantung pada desil kesejahteraan. KPM yang masuk dalam desil 1 hingga desil 5 masih dinyatakan layak menerima bantuan sosial.
Desil dapat dicek langsung melalui aplikasi Cek Bansos. Jika masih berada di rentang desil tersebut, peluang kembali menerima PKH atau BPNT pada 2026 dinilai aman. Sebaliknya, KPM yang berada di atas desil 5 berpotensi digantikan oleh penerima baru.
Kabar Baik untuk BPNT Tahap 4 Susulan
Selain isu status cek bansos, video tersebut juga mengungkap kabar baik terkait BPNT tahap keempat susulan alokasi Oktober, November, dan Desember 2025 yang belum cair.
Hasil pengecekan terbaru di SISNG menunjukkan adanya pergerakan data. Sejumlah KPM yang sebelumnya berstatus “berhasil cek rekening” kini berubah menjadi SI (standing instruction). Perubahan ini menandakan proses penyaluran bantuan masih berjalan.
Meski hingga awal Januari 2026 bantuan belum masuk ke rekening, status SI memberi sinyal positif bahwa BPNT tahap 4 susulan masih berpotensi dicairkan.
KPM Diminta Tidak Panik dan Tunggu Update Resmi
Kemensos mengimbau KPM untuk tidak panik menghadapi perubahan status cek bansos tidak. Masyarakat diminta menunggu proses pembaruan data selesai dan memantau informasi dari sumber resmi.
KPM juga disarankan rutin mengecek aplikasi Cek Bansos dan mengikuti informasi dari pendamping sosial setempat. Pemerintah memastikan proses penyaluran bantuan sosial 2026 tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Editor : Axsha Zazhika