JAKARTA – Nama Aureli Moeremans kini tak lagi hanya dikenal sebagai aktris cantik dan penyanyi berbakat. Lewat buku Broken Strings, Aureli menjelma menjadi suara bagi para penyintas kekerasan yang selama ini bungkam oleh rasa takut dan trauma.
Kisah hidupnya yang penuh luka kini justru menjadi lentera harapan bagi ribuan orang.Buku Broken Strings karya Aureli Moeremans mendadak viral sejak dirilis pada 27 Oktober 2025.
Banyak pembaca buku Broken Strings yang mengaku menemukan kekuatan baru setelah membaca pengakuan jujur sang aktris tentang masa lalu kelam yang selama ini tersembunyi di balik gemerlap dunia hiburan.
Aureli Moeremans, yang memiliki nama lengkap Aureli Alida Mary Moeremans, lahir pada 8 Agustus 1993 di Brussels, Belgia.
Ia merupakan anak pertama dari pasangan John Markeremans dan Sri Sunarti. Bersama adiknya, Jeremy Moeremans, Aureli menghabiskan masa kecilnya di Eropa sebelum akhirnya mengikuti panggilan hatinya ke Indonesia.
Awal Karier Aureli Moeremans di Dunia Hiburan
Keputusan besar diambil Aureli saat usianya baru menginjak 14 tahun. Ia meninggalkan kenyamanan hidup di Belgia dan pindah ke Indonesia demi mengejar mimpi menjadi aktris.
Sebuah langkah berani, mengingat saat itu ia belum sepenuhnya menguasai bahasa Indonesia.
Titik balik karier Aureli Moeremans terjadi pada 2007 ketika ia menjuarai sebuah ajang modeling di Bandung.
Setahun berselang, ia mendapat peran dalam sinetron Hitam Putih sebagai adik dari aktor Ricky Harun.
Meski harus beradaptasi dengan bahasa dan budaya baru, Aureli mampu membuktikan kualitas aktingnya.
Kariernya terus menanjak. Ia merambah dunia iklan pada 2009, bermain dalam sejumlah film layar lebar, termasuk LDR yang turut melambungkan namanya di industri perfilman nasional.
Pernikahan Paksa dan Luka Kekerasan Rumah Tangga
Namun di balik kesuksesan tersebut, Aureli Moeremans menyimpan luka mendalam.Pada usia 18 tahun, ia menikah dengan aktor Robi Tremonti.
Fakta mengejutkan terungkap pada akhir 2013, ketika Aureli mengungkap melalui media sosial bahwa pernikahan tersebut berlangsung secara terpaksa, tidak tercatat secara negara, dan tanpa restu orang tua.
Lebih menyakitkan, Aureli mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Ia mengalami pemukulan, jambakan rambut, hingga perlakuan tidak manusiawi lainnya. Trauma itu akhirnya membawanya pada perceraian pada 2014.
Bangkit Dan Menemukan Harapan Baru
Pasca perceraian, Aureli Moeremans perlahan bangkit. Ia sempat dikabarkan dekat dengan sejumlah figur publik, hingga akhirnya menemukan kebahagiaan bersama Tyler Bigenho.
Pernikahan mereka yang diumumkan awal 2025 menjadi simbol babak baru dalam hidup Aureli.
Tak hanya di dunia akting, Aureli juga menyalurkan kecintaannya pada musik. Setelah rencana album yang tertunda sejak 2009, ia akhirnya merilis album Here We Are pada 2019, dengan lagu ciptaannya sendiri yang bernuansa akustik dan personal.
Broken Strings, Suara untuk Para Penyintas
Puncak perjalanan hidup Aureli Moeremans terangkum dalam buku Broken Strings.
Buku ini bukan sekadar autobiografi, melainkan pengakuan jujur tentang luka masa lalu yang selama ini dipendam.
Banyak pembaca mengaku buku tersebut membantu mereka keluar dari jurang keputusasaan.
“Banyak orang bilang buku Broken Strings menyelamatkan hidup mereka,” ungkap Aureli. Pernyataan ini menjadi bukti betapa kuatnya dampak kisah tersebut.
Namun keberanian itu harus dibayar mahal. Sejak buku tersebut terbit, Aureli menghadapi tekanan, ancaman, hingga fitnah dari sosok yang diduga menjadi latar belakang kisah kelam dalam bukunya.
Meski begitu, Aureli memilih untuk tetap berdiri tegak.
Ia menegaskan bahwa luka masa lalu bukanlah aib, melainkan sumber kekuatan yang bisa menerangi jalan orang lain.
Kini, Aureli Moeremans berkomitmen untuk terus bersuara demi para korban kekerasan, khususnya anak dan remaja.
Perjalanan Aureli adalah bukti bahwa Broken Strings bukan akhir dari segalanya. Justru dari senar yang patah, lahir melodi baru yang lebih kuat dan bermakna.
Editor : Didin Cahya Firmansyah